Sabtu 5, Apr 2025

Latest News

    • Prabowo Subianto - Tegas, Berwibawa, Adil, dan Berpengalaman

      Letnan Jenderal (Purn) Prabowo Subianto Djojohadikusumo atau yang paling dikenal dengan nama Prabowo Subianto, lahir di Jakarta, pada tanggal 17 Oktober 1951. Prabowo Subianto adalah mantan Danjen Kopassus dan menantu dari mantan Presiden Indonesia Soeharto. Ia juga termasuk tokoh kontroversial di Indonesia. Sehingga ia dicopot jabatannya oleh Presiden Habibie melalui mantan Pangab Wiranto karena dugaan keterlibatan oknum Kopassus dalam kasus penculikan sejumlah aktivis LSM dan pelanggaran HAM yang sampai sekarang masih buram ceritanya. Prabowo juga politikus sekaligus pendiri dari partai Gerindra. Prabowo adalah putra dari pasangan Soemitro Djojohadikusumo yang merupakan ahli Ekonomi Indonesia pada zaman Soekarno serta Soeharto dan Dora Marie Sigar, atau lebih dikenal dengan nama Dora Soemitro.Ia juga merupakan cucu dari Raden Mas Margono Djojohadikusumo, anggota BPUPKI, pendiri Bank Negara Indonesia dan Ketua DPA pertama. Prabowo Subianto dinamai menurut Soebianto Djojohadikoesoemo, pamannya yang gugur dalam Pertempuran Lengkong. Ia memiliki dua kakak perempuan, Biantiningsih Miderawati dan Maryani Ekowati, dan satu orang adik, Hashim Djojohadikusumo. Dalam bukunya Jejak Perlawanan Begawan Pejuang, Sumitro mengakui istrinya sangat berperan dalam membesarkan dan pendidikan formal anak-anaknya. Meskipun Sumitro muslim, Dora Sigar tetap Kristen. Dengan latar belakang keluarga berpendidikan Belanda, Dora Sigar menerapkan disiplin ketat kepada putra-putrinya. Di meja makan, misalnya, semua tata krama dan etiket Belanda sangat ketat dijalankan, seperti tangan tidak boleh ke sana ke mari, serbet harus dilipat di pangkuan, dan garfu sendok tidak boleh bunyi. Perpaduan dua kepribadian orangtua inilah yang sangat membentuk kepribadian Prabowo. Disiplin dan sikap keras diturunkan dari sang Ibu, gaya berpikir kritis dan bebas dari sang Ayah. Ia tumbuh menjadi anak yang cerdas, lugas tanpa basa-basi, sangat taat aturan sehingga sangat kaku dalam pergaulan, dan kritis. Dan, dari penuturan kawan-kawan dekatnya, Prabowo adalah anak kesayangan ibunya. Masa kecilnya banyak dihabiskan di luar negeri. Ia menyelesaikan pendidikan dasar dalam waktu 3 tahun di Victoria Institution, Kuala Lumpur, Sekolah Menengah di Zurich International School, Zurich, pada tahun 1963-1964, SMA di American School, London pada kurun waktu 1964-1967. Pada tahun 1970, barulah ia masuk ke Akademi Militer Nasional, Magelang. Prabowo Subianto mengawali karirnya waktu ia daftarkan diri di Akademi Militer Magelang, Ia lalu Lulus pada tahun 1974 dari Akademi Militer, lalu pada tahun 1976 Prabowo ditugaskan untuk Komandan Pleton Beberapa Komando Group I Komando Pasukan Sandhi Yudha (Kopassandha) serta ditugaskan untuk sisi dari operasi Tim Nanggala di Timor Timur. Saat itu dia berumur 26 tahun dan merupakan komandan termuda dalam operasi Tim Nanggala. Prabowo memimpin misi untuk menangkap Nicolau dos Reis Lobato, wakil ketua Fretilin yang pada saat itu juga menjabat sebagai Perdana Menteri pertama Timor Timur. Akhirnya, Nicolau Lobato tewas setelah tertembak di perut saat bertempur di lembah Mindelo pada tanggal 31 Desember 1978. Prabowo Subianto kemudian menikah dengan Titiek yang merupakan anak Presiden Soeharto pada bulan Mei 1983 dan berpisah pada tahun 1998, tidak lama setelah Soeharto mundur dari jabatan Presiden Republik Indonesia. Dari pernikahan ini, Prabowo dikaruniai seorang anak, Ragowo "Didiet" Hediprasetyo. Didiet tumbuh besar di Boston, AS dan sekarang tinggal di Paris, Perancis sebagai seorang desainer. Menurut sumber The Politic, Prabowo dipertemukan (dicomblangi) oleh Wismoyo Arismunandar dengan  anak Alm Presiden Soeharto, Titiek Soeharto, ketika ia menjadi ajudan Wismoyo kala itu. Siti Hediati Hariyadi yang lahir di Semarang, Jawa Tengah, 14 April 1959, lebih dikenal dengan Titiek Soeharto adalah anak keempat mendiang mantan Presiden Soeharto. Ketika pertama kali bertemu, lanjut sumber, langsung saling tertarik, padahal saat itu Prabowo sudah bertunangan dengan anak dari dr. Sajiman, Kepala RS TNI di Magelang, yang sekarang sudah menjadi dokter gigi, kawin dengan seorang ginekolog di Yogyakarta. Setelah perceraian, hubungan Prabowo dengan Titiek tampak tetap mesra. Pada tahun 1983, kala itu masih berpangkat Kapten, Prabowo diduga pernah mencoba melakukan upaya penculikan sejumlah petinggi militer, termasuk Jendral LB Moerdani, namun upaya ini digagalkan oleh Mayor Luhut Panjaitan, Komandan Den 81/Antiteror. Prabowo sendiri adalah wakil Luhut saat itu. Pada tahun 1990-an, Prabowo terkait dengan sejumlah kasus pelanggaran HAM di Timor Timur. Pada akhir tahun 1992, Xanana Gusmao berhasil ditangkap dalam operasi yang dipimpin oleh Letnan Kolonel Prabowo. Informasi mengenai keberadaan Xanana Gusmao diperoleh dari sadapan telepon Ramos Horta di pengasingan. Pada tahun 1995, ia diduga menggerakkan pasukan ilegal yang melancarkan aksi teror ke warga sipil. Peristiwa ini membuat Prabowo nyaris baku hantam dengan Komandan Korem Timor Timur saat itu, Kolonel Inf Kiki Sjahnakrie, di kantor Pangdam IX Udayana. Sejumlah lembaga internasional menuntut agar kasus ini dituntaskan. Menurut pakar hukum Adnan Buyung Nasution, kasus ini belum selesai secara hukum karena belum pernah diadakan pemeriksaan menurut hukum pidana. Pada tahun 1996, Komandan Kopassus Prabowo Subianto memimpin operasi pembebasan sandera Mapenduma. Operasi ini berhasil menyelamatkan nyawa 10 dari 12 peneliti Ekspedisi Lorentz '95 yang disekap oleh Organisasi Papua Merdeka (OPM). Lima orang yang disandera adalah peneliti biologi asal Indonesia, sedangkan 7 sandera lainnya adalah peneliti dari Inggris, Belanda dan Jerman. Namun, operasi ini dikritik karena menggunakan lambang Palang Merah pada helikopter putih untuk menipu anggota OPM. Pada tahun 1997, Prabowo Subianto diduga mendalangi penculikan dan penghilangan paksa terhadap sejumlah aktivis pro-Reformasi. Setidaknya 13 orang, termasuk seniman 'Teater Rakyat' Widji Thukul, aktivis Herman Hendrawan, dan Petrus Bima hilang dan belum ditemukan hingga sekarang. Mereka diyakini sudah meninggal. Prabowo sendiri mengakui memerintahkan Tim Mawar untuk melakukan penculikan kepada sembilan orang aktivis, diantaranya Haryanto Taslam, Desmond J Mahesa dan Pius Lustrilanang. Pada tanggal 26 April 1997, Tim Nasional Indonesia ke Puncak Gunung Everest berhasil mengibarkan bendera merah putih di puncak tertinggi dunia setelah mendaki melalui jalur selatan Nepal. Tim yang terdiri dari anggota Kopassus, Wanadri, FPTI, dan Mapala UI ini diprakarsai oleh Komandan Jenderal Kopassus, Mayor Jendral TNI Prabowo Subianto. Ekspedisi dimulai pada tanggal 12 Maret 1997 dari Phakding, Nepal. Tahun 1998, Prabowo ditarik kembali menjadi Panglima Kostrad dengan pangkat Letnan Jenderal, dalam usia relatif muda yakni 47 tahun. Sebagai Pangkostrad yang membawahi pasukan cadangan ABRI yang jumlahnya cukup besar pada waktu itu (sekitar 11 ribu prajurit) , Prabowo dimintai pertolongan oleh Panglima Kodam Jaya untuk mengamankan Jakarta yang berada dalam suasana kacau. Permintaan ini dipenuhi Prabowo dengan membantu mengamankan sejumlah bangunan penting, khususnya rumah dinas Wakil Presiden B.J. Habibie di Kuningan. Di tahun inilah ia tersandung tragedi Mei yang membuatnya dipindahkan menjadi Komandan Sekolah Staf dan Komando ABRI (Sesko TNI). Dan atas pertimbangan Dewan Kehormatan Perwira (DKP), Prabowo diberhentikan dari dinas kemililiterannya. Setelah Mei 1998, untuk menghindari tekanan dari Habibie terkait insubordinasi tersebut dan menghindari pengusutan hukum terkait kerusuhan Mei dan penculikan para aktivis, ia melarikan diri ke Yordania. Ia mendapat suaka politik dan status kewarganegaraan dari Abdullah II. Pangeran Abdullah II yang kemudian pada 1999 menjadi Raja Yordania adalah kawan Prabowo di sekolah militer. Prabowo kembali ke Indonesia pada 2001 setelah kekuatan Poros Tengah menggulingkan Presiden BJ Habibie dan momentum untuk mengusut kasus-kasus pelanggaran HAM Orde Baru mulai surut. Setelah meninggalkan karier militernya ia menjadi pengusaha, mengikuti karier adiknya Hashim Djojohadikusumo, antara lain dia memiliki saham dalam PT Kertas Nusantara. Ia lalu terjun ke dunia usaha, membantu adiknya Hashim Djojohadikusumo, yang sudah lebih dulu sebagai pengusaha minyak di Kazakhstan. Sekitar tahun 2002, Prabowo membeli PT Kiani Kertas yang saat itu sudah berada di BPPN sebagai perusahaan yang ‘sakit’ karena terbelit utang yang besar. Prabowo membeli Kiani Kertas menggunakan pinjaman senilai Rp 1,8 triliun dari Bank Mandiri. Ia kini tercatat memimpin 27 perusahaan di Indonesia dan luar negeri. Perusahaan yang dipimpinnya meliputi Nusantara Energy (perusahaan minyak, gas alam dan batu bara), Tidar Kerinci Agung (minyak kelapa), dan Jaladri Nusantara (industri perikanan). Prabowo juga mendirikan beberapa organisasi masyarakat seperti Asosiasi Petani Indonesia, Asosiasi Pedagang Pasar Tradisional Indonesia, Asosiasi Pencak Silat Indonesia. Pada tanggal 5 Desember 2004, Prabowo terpilih sebagai ketua umum HKTI (Himpunan Kerukunan Tani Indonesia) mengalahkan Setiawan Djodi dan Ja'far Hafsah. Pada saat Musyawarah Nasional (Munas) HKTI ke-7, Prabowo Subianto kembali terpilih sebagai Ketua Umum 2010-2015 secara aklamasi. 32 dari 33 Dewan Pimpinan Daerah menerima laporan pertanggungjawaban Prabowo dan meminta agar Prabowo kembali memimpin HKTI. Pada tanggal 6 Agustus 2008, Munas APPSI secara aklamasi memilih Prabowo sebagai ketua umum APPSI untuk periode 2008-2013. Prabowo terpilih setelah mendapat dukungan dari 29 Dewan Pimpinan Wilayah tingkat provinsi dan 199 Dewan Pimpinan Daerah tingkat kabupaten. Prabowo pertama kali terpilih menjadi Ketua Umum Pengurus Besar (PB) IPSI tahun 2004. Pada Munas PB IPSI di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, tanggal 27 Februari 2012, Prabowo terpilih untuk ketiga kalinya sebagai Ketua Umum PB IPSI. Pada SEA Games 2011 di Jakarta, cabang olah raga pencak silat berhasil mendapatkan juara umum dengan menyabet 9 dari 18 nomor yang dipertandingkan. Istana Prabowo berpadu dengan hijaunya Bukit Hambalang, sangat megah dan asri dengan rerumputan dan pepohonan pinus. Selain di depan, di bagian belakang rumah juga terdapat satu pos penjagaan. Menurut sumber The Politic, rumah petinggi Gerindra ini berfasilitas sangat lengkap. Tak hanya  itu, dua buah istal kandang kuda sebanyak 17 ekor kuda milik Prabowo berjenis Lusiano turut melengkapi  fasilitas di rumah itu. Kuda-kuda tersebut didatangkan langsung dari Portugal. Tak tanggung-tanggung, konon harga per ekornya mencapai miliaran rupiah! "Saya ini kesatria yang menyepi pada saat tidak dibutuhkan. Dan kesatria selalu menyepi di gunung, seperti tempat ini." Prabowo ditemani sejumlah lelaki muda yang ia sebut sebagai Kesatria Jedisebutan untuk murid Master Yoda dalam film Hollywood Star Wars. "Mereka ini anak muda yang pintar-pintar. Lulusan luar negeri,".  Ia juga mencalonkan diri sebagai calon presiden dari Partai Golkar pada Konvesi Capres Golkar 2004. Untuk pencalonan ini, tim suksesnya khusus menyewa Alex Castinallos, konsultan kampanye Partai Republik Amerika Serikat yang berhasil mendudukkan George W Bush di Gedung Putih dan konsultan media iklan TV, David Axelrod. Meski lolos sampai putaran akhir, akhirnya Prabowo kandas di tengah jalan. Ia kalah suara oleh Wiranto. Prabowo adalah calon presiden dalam pemilu presiden Republik Indonesia 2009 dari Partai Gerakan Indonesia Raya (GERINDRA). Karena sejumlah kendala politik, akhirnya Prabowo bersedia menjadi calon wakil presiden Megawati Soekarnoputri. Pasangan Mega-Prabowo resmi diumumkan 15 Mei 2009. Pelayanan Advokasi untuk Keadilan dan Perdamaian (Padma) Indonesia wilayah Nusa Tenggara Timur menilai, Prabowo berperan besar dalam pembebasan Wilfrida Soik dari hukuman mati di Pengadilan Kota Bahru, Kelantan, Malaysia. Prabowo menunjuk pengacara Malaysia Tan Sri Mohammad Syafei untuk membela Wilfrida Soik. Wilfrida adalah buruh asal Nusa Tenggara Timur yang diberangkatkan secara ilegal. Wilfrida didakwa hukuman mati karena membunuh majikannya, Yeap Seok Pen pada tanggal 7 Desember 2010. Partai Gerakan Indonesia Raya telah menyatakan akan mengusung Prabowo sebagai calon presiden pada pemilihan presiden 2014. Prabowo sendiri sudah menyatakan kesediaannya untuk dicalonkan sebagai presiden, jika mendapat dukungan dari rakyat. Walaupun beberapa lembaga survei mencatat elektabilitas Prabowo tertinggi dibandingkan dengan calon-calon presiden lainnya, tidak sedikit pengamat politik yang meyakini kalau langkah Prabowo akan terganjal elektabilitas Partai Gerakan Indonesia Raya yang sangat rendah. Di Pemilihan umum legislatif Indonesia 2014, Gerindra meraih posisi ketiga, hanya sedikit selisih suara dibanding PDIP dan Golkar, yaitu 11,58 persen, sementara PDIP meraih 19,52 persen dan Golkar 15,22 persen berdasarkan perhitungan cepat Kompas hingga 9 April 2014. Prabowo Subianto hadirkan "Enam Program Aksi Transformasi Bangsa" dalam kampanyenya; apabila terpilih menjadi Presiden Republik Indonesia, ia ingin membangun ekonomi yang kuat, berdaulat, adil dan makmur, melaksanakan ekonomi kerakyatan, membangun kedaulatan pangan dan energi serta pengamatan sumberdaya air, meningkatkan kualitas pembangunan manusia Indonesia melalui program pendidikan, kesehatan, sosial dan budaya, membangun infrastruktur dan menjaga kelestarian alam serta lingkungan hidup, dan membangun pemerintahan yang bebas korupsi, kuat, tegas dan efektif. Setelah meningkatnya popularitas dan elektabilitas Prabowo di berbagai lembaga survei dalam Pemilihan umum Presiden Indonesia 2014, ia terus diserang kampanye hitam dan opini negatif antara lain beredarnya uang kertas pecahan Rp50.000 yang diberi cap dengan tulisan "Prabowo: Satria Piningit, Heru Cakra Ratu Adil" dan penghembusan kembali isu stigmatisasi atas tudingan keterlibatan, bahkan nama Prabowo juga disebut-sebut sebagai dalang penculikan aktivis pro demokrasi 1997/1998, penembakan mahasiswa Trisakti, otak penggerak Kerusuhan Mei 1998 dan tuduhan hendak melakukan kudeta Mei 1998. Prabowo juga dididuga berjanji akan memberikan satu miliar kepada setiap desa di Indonesia bila ia terpilih sebagai presiden. Seperti calon presiden lainnya, Prabowo memiliki tampilan unik yang mudah dikenali dengan baju warna khaki dengan banyak kantong. Ini membuat ia dianggap mengingatkan masyarakat kepada sosok Sukarno dan Syahrir. Ia sendiri menyatakan menyukai setelan ini karena alasan kepraktisan. Prabowo mulai sering mengenakannya saat berpasangan dengan Megawati di Pilpres 2009. Karier Karier Militer Komandan Peleton Para Komando Group-1 Kopassandha (1976) Karier Militer Komandan Kompi Para Komando Group-1 Kopassandha (1997) Karier Militer Wakil Komandan Detasemen–81 Kopassus (1983) Karier Militer Wakil Komandan Batalyon Infanteri Lintas Udara 328 Kostrad (1985) Karier Militer Komandan Batalyon Infanteri Lintas Udara 328 Kostrad (1987) Karier Militer Kepala Staf Brigade Infanteri Lintas Udara 17/Kujang I/Kostrad (1991) Karier Militer Komandan Group-3/Pusat Pendidikan Pasukan Khusus (1993) Karier Militer Komandan Jenderal Komando Pasukan Khusus (1996) Karier Militer Panglima Komando Cadangan Strategi TNI Angkatan Darat (1998) Karier Militer Komandan Sekolah Staf Dan Komando ABRI (1998) Karier Kerja Komisaris Perusahaan Migas Karazanbasmunai (0) Karier Kerja Presiden Dan Ceo PT Tidar Kerinci Agung (Perusahaan Produksi Minyak Kelapa Sawit), Jakarta, Indonesia (0) Karier Kerja Presiden Dan Ceo PT Nusantara Energy (Migas, Pertambangan, Pertanian, Kehutanan Dan Pulp) Jakarta, Indonesia (0) Karier Kerja Presiden Dan Ceo PT Jaladri Nusantara (Perusahaan Perikanan) Jakarta, Indonesia (0) Karier Politik Pendiri Partai Gerakan Indonesia Raya (GERINDRA) (0) Karier Politik Partai Golkar (2004) Organisasi Ketua umum HKTI periode 2004-2009 Anggota marga Lumban Tobing (difasilitasi oleh Persatuan Punguan Siraja Lumban Tobing (PPSLB) dan berlangsung di Danau Toba Convention Center, Medan) Keanggotaan Dalam Organisasi Politik Dewan Penasihat Organisasi Kosgoro Keanggotaan Dalam Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Ketua Yayasan Pendidikan Kebangsaan (Universitas Kebangsaan) Ketua Majelis Perhimpunan Keluarga Mahasiswa Dan Alumni Supersemar Pendiri Koperasi Swadesi Indonesia (Ksi) Dengan 14 Cabang Di 4 Provinsi di Indonesia Ketua Yayasan 25 Januari Ketua Umum PB Ikatan Pencaksilat Seluruh Indonesia (IPSI)  PENGHARGAAN Bintang Kartika Eka Paksi Nararya Satya Lencana Kesetiaan XVI Tahun Satya Lencana Seroja Ulangan–III Satya Lencana Raksaka Dharma Satya Lencana Dwija Sistha Satya Lencana Wira Karya The First Class The Padin Medal Ops Honor dari Pemerintah Kamboja Bintang Yudha Dharma Nararya Sumber, id.wikipedia.org         webmuhammadiyah.blogspot.com         donnymontang.blogspot.com         news.detik.com         profil.merdeka.com         farisyuda.blogspot.com

Monday, March 12, 2012
Kevin Samara

Bartolomeo Cristofori - Pencipta Piano

Bartolomeo Cristofori di Francesco (4 Mei 1655 - 27 Januari 1731) adalah seorang Italia pembuat alat musik, umumnya dianggap sebagai penemu piano .

Bahan-bahan sumber yang tersedia pada kehidupan Cristofori termasuk kelahirannya dan catatan kematian, dua surat wasiat, tagihan dia kirimkan ke majikan, dan wawancara tunggal dilakukan dengan Scipione Maffei . Dari yang terakhir, kita memiliki kedua catatan Maffei dan artikel jurnal yang diterbitkan.

Cristofori lahir di Padua di Republik Venesia . Tidak ada yang diketahui dari kehidupan awal. Sebuah kisah diceritakan bahwa ia menjabat sebagai magang ke pembuat biola besar Nicolò Amati , berdasarkan penampilan dalam catatan sensus 1680 dari sebuah hidup "Bartolomei Christofaro" di rumah Amati di Cremona . Namun, seperti Stewart Serbuk sari menunjukkan (lihat Referensi di bawah), orang ini tidak dapat Bartolomeo Cristofori, karena sensus mencatat usia 13 tahun, sedangkan Cristofori menurut catatan baptisnya akan menjadi 25 pada saat itu. Serbuk sari juga meragukan keaslian cello dan instrumen double bass kadang-kadang dikaitkan dengan Cristofori.

Mungkin peristiwa yang paling penting dalam hidup Cristofori adalah yang pertama yang kita memiliki catatan apapun: pada tahun 1688, pada usia 33, ia direkrut untuk bekerja untuk Prince Ferdinando de Medici . Ferdinando, pecinta dan pelindung musik, adalah anak dan ahli waris dari Cosimo III , yang merupakan salah satu yang terakhir dari Dukes Grand Tuscany . Tuscany pada waktu masih sebuah negara merdeka yang kecil.

Tidak diketahui apa yang menyebabkan Ferdinando untuk merekrut Cristofori. Pangeran pergi ke Venice pada tahun 1688 untuk menghadiri Karnaval , maka ia mungkin telah bertemu Cristofori melewati Padua dalam perjalanan pulang. Ferdinando sedang mencari teknisi baru untuk mengurus banyak instrumen musiknya, incumbent sebelumnya karena baru saja meninggal. Namun, tampaknya mungkin bahwa Pangeran ingin menyewa Cristofori tidak hanya sebagai teknisi, tapi khusus sebagai inovator dalam alat musik. Akan mengherankan jika Cristofori pada usia 33 tidak sudah menunjukkan cipta untuk inilah dia kemudian menjadi terkenal.

Bukti-semua-yang mendalam Cristofori mungkin telah disewa sebagai penemu adalah sebagai berikut. Menurut Stewart Serbuk sari , sudah ada sejumlah individu yang berkualitas di Florence yang bisa mengisi posisi, namun Pangeran melewati mereka berakhir, dan membayar Cristofori gaji yang lebih tinggi dari pendahulunya. Selain itu, catatan Serbuk sari, "anehnya, [di antara banyak tagihan Cristofori disampaikan kepada majikannya] tidak ada catatan tagihan diajukan untuk Cristofori pianofortes ... Ini bisa berarti bahwa Cristofori diharapkan untuk menyerahkan buah dari eksperimen ke pengadilan . " Terakhir, Pangeran itu ternyata terpesona dengan mesin (dia mengumpulkan lebih dari empat puluh jam, selain berbagai macam alat musik yang rumit), dan dengan demikian akan secara alami tertarik pada tindakan mekanis rumit yang merupakan inti dari pekerjaan Cristofori pada piano .

Wawancara Maffei yang melaporkan memori Cristofori dari percakapannya dengan sang pangeran saat ini:

che fu detto al Principe, che non volevo; rispos 'Egli Il Faro volere io.

yang Giuliana Montanari (referensi di bawah) diterjemahkan sebagai:

Pangeran diberitahu bahwa saya tidak ingin pergi, ia menjawab bahwa ia akan membuat saya ingin

Hal ini menunjukkan bahwa Pangeran itu mungkin merasa bahwa Cristofori akan menjadi merekrut hadiah dan mencoba pesona dia untuk menerima tawarannya; konsisten lagi dengan pandangan bahwa Pangeran berusaha untuk merekrutnya sebagai penemu.

Dalam hal apapun, Cristofori setuju untuk pengangkatan, untuk gaji 12 scudi per bulan. Dia pindah agak cepat ke Florence (Mei 1688; wawancara pekerjaan telah terjadi pada Maret atau April), dikeluarkan sebuah rumah, lengkap dengan peralatan dan peralatan, oleh administrasi Grand Duke, dan mulai bekerja. Untuk Pangeran, ia disetel, dipelihara, dan diangkut instrumen; bekerja pada berbagai penemuan, dan juga melakukan pekerjaan restorasi pada Harpsichord tua berharga.

Pada saat ini, Dukes Grand Tuscany mempekerjakan staf besar dari sekitar 100 perajin, yang bekerja di Galleria dei Lavori dari Uffizi . Ruang kerja awal Cristofori mungkin di daerah ini, yang tidak menyenangkan hatinya. Dia kemudian mengatakan kepada Maffei:

che da principio durava fatica iklan andare Nello stanzone di questo strepito

Sulit bagi saya untuk harus pergi ke ruang besar dengan semua yang kebisingan (tr. Montanari)

Cristofori itu akhirnya mendapatkan bengkel sendiri, biasanya menjaga satu atau dua asisten yang bekerja untuknya.

Selama tahun-tahun sisa abad ke-17, Cristofori menemukan dua instrumen keyboard sebelum ia mulai karyanya pada piano. Instrumen ini didokumentasikan dalam inventarisasi, 1700 tanggal, dari banyak instrumen yang disimpan oleh Pangeran Ferdinando. Stewart Serbuk sari dugaan bahwa persediaan ini disusun oleh seorang musisi bernama Giovanni pengadilan Fuga, yang mungkin menyebutnya sebagai sendiri dalam sebuah surat 1716.

Para spinettone , Italia untuk "Spinet besar", adalah, besar multi-choired Spinet (harpsichord dimana string miring untuk menghemat ruang), dengan disposisi 1 8 x ', 1 x 4';  spinets paling memiliki disposisi sederhana 1 x 8 '. Penemuan ini mungkin telah dimaksudkan untuk masuk ke dalam pit orkestra yang padat dengan pertunjukan teater, sementara memiliki suara lebih keras dari alat multi-choired.

Penemuan lain (1690) adalah sangat asli Spinet oval , semacam perawan dengan string terpanjang di tengah kasus ini.

Diperkirakan untuk beberapa waktu bahwa penyebutan sebelumnya piano adalah dari buku harian Francesco Mannucci, seorang musisi pengadilan Medici, menunjukkan bahwa Cristofori sudah bekerja di piano oleh 1698. Namun, keaslian dokumen ini sekarang diragukan.  Bukti jelas pertama untuk piano berasal dari persediaan 1700 dari Medici disebutkan pada bagian sebelumnya. Entri dalam inventarisasi ini untuk piano Cristofori dimulai sebagai berikut:

Un Arpicembalo di Bartolomeo Cristofori di nuova inventione, bab fa 'il piano, e il forte, sebuah' karena registri principali unisoni, con suka di cipresso rosa senza ... "(huruf bergaris ditambahkan)

Sebuah besar "Arpicembalo" oleh Bartolomeo Cristofori, penemuan baru yang menghasilkan lembut dan keras, dengan dua set string di lapangan bersama-sama, dengan papan suara dari cemara tanpa mawar ... "

Istilah "Arpicembalo", harfiah "kecapi-piano kuno", pada umumnya tidak akrab di hari Cristofori. Menyimpulkan Edward Baik bahwa ini adalah apa Cristofori sendiri ingin alat-Nya untuk dipanggil.  kata kita sendiri untuk piano, bagaimanapun, adalah hasil dari pemotongan bertahap dari waktu ke waktu dari kata-kata ditampilkan dalam huruf tebal di atas.

Persediaan Medici melanjutkan dengan menggambarkan instrumen secara rinci yang cukup besar. Kisaran instrumen ini (sekarang hilang) adalah empat hanya oktaf, C ke c "" 'dalam notasi lapangan Helmholtz .

Dokumen lain yang mengacu pada piano paling awal adalah catatan pinggir yang dibuat oleh salah satu musisi pengadilan Medici, Federigo Meccoli, dalam satu salinan dari buku Le Istitutioni harmoniche oleh Gioseffo Zarlino . Meccoli wrote:

Ini adalah cara di mana dimungkinkan untuk memainkan Arpicimbalo del piano e forte, diciptakan oleh Guru Bartolomeo Christofani  dari Padua pada tahun 1700, piano kuno pembuat kepada Pangeran Grand Kebanyakan Serene Ferdinand dari Tuscany. (Transl. Stewart Serbuk sari )

Menurut artikel jurnal Scipione Maffei itu, dengan 1711 Cristofori telah membangun tiga piano. Satu telah diberikan oleh Medici untuk Kardinal Ottoboni di Roma, dan dua telah dijual di Florence.

Pelindung Cristofori, Pangeran Ferdinando, meninggal pada usia 50 pada tahun 1713. Ada bukti bahwa ia terus bekerja untuk istana Medici, masih dipimpin oleh Pangeran ayah Cosimo III. Secara khusus, persediaan 1716 dari koleksi alat musik ditandatangani "Bartolommeo Cristofori penjaga gedung", menunjukkan bahwa Cristofori telah diberi gelar pemelihara koleksi.

Selama awal abad 18, kesejahteraan para pangeran Medici menurun, dan seperti banyak pengrajin Medici-dipekerjakan lain, Cristofori dibutuhkan untuk menjual karyanya kepada orang lain. Raja Portugal membeli salah satu instrumennya.

Pada 1726, potret hanya diketahui dari Cristofori dicat. Ini menggambarkan penemu berdiri dengan bangga di samping apa yang hampir pasti piano. Di tangan kirinya adalah selembar kertas, yang diyakini mengandung diagram aksi piano Cristofori. Potret ini hancur dalam Perang Dunia II, dan hanya foto-foto itu tetap.

Cristofori terus membuat piano sampai menjelang akhir hidupnya, terus melakukan perbaikan dalam penemuannya. Dalam beberapa tahun seniornya, ia dibantu oleh Giovanni Ferrini , yang kemudian memiliki karir sendiri dibedakan, melanjutkan tradisi tuannya. Ada bukti tentatif bahwa ada asisten lain, P. Domenico Dal Mela, yang kemudian pada 1739 untuk membangun piano pertama.

Dalam tahun-tahun menurun Cristofori menyiapkan dua kehendaki. Yang pertama, tanggal 24 Januari 1729, mewariskan semua alat untuk Giovanni Ferrini. Kehendak kedua, tanggal 23 Maret tahun yang sama, perubahan ketentuan substansial, mewariskan hampir semua miliknya ke "Mela saudara Dal ... dalam pembayaran untuk bantuan lanjutan mereka dipinjamkan kepadanya selama penyakitnya dan indispositions, dan juga dalam nama amal. " Ini akan meninggalkan jumlah kecil dari lima scudi untuk Ferrini. Serbuk sari mencatat bukti lebih lanjut dari kehendak bahwa ini tercermin tidak jatuh antara Cristofori dan Ferrini, tetapi hanya kewajiban moral Cristofori untuk pengasuh nya. Penemunya meninggal pada tanggal 27 Januari 1731.

Sumber, Wikipedia
no image
  • Blogger Comments
  • Facebook Comments
jalan menuju keberhasilan
Top