Sabtu 5, Apr 2025

Latest News

    • Prabowo Subianto - Tegas, Berwibawa, Adil, dan Berpengalaman

      Letnan Jenderal (Purn) Prabowo Subianto Djojohadikusumo atau yang paling dikenal dengan nama Prabowo Subianto, lahir di Jakarta, pada tanggal 17 Oktober 1951. Prabowo Subianto adalah mantan Danjen Kopassus dan menantu dari mantan Presiden Indonesia Soeharto. Ia juga termasuk tokoh kontroversial di Indonesia. Sehingga ia dicopot jabatannya oleh Presiden Habibie melalui mantan Pangab Wiranto karena dugaan keterlibatan oknum Kopassus dalam kasus penculikan sejumlah aktivis LSM dan pelanggaran HAM yang sampai sekarang masih buram ceritanya. Prabowo juga politikus sekaligus pendiri dari partai Gerindra. Prabowo adalah putra dari pasangan Soemitro Djojohadikusumo yang merupakan ahli Ekonomi Indonesia pada zaman Soekarno serta Soeharto dan Dora Marie Sigar, atau lebih dikenal dengan nama Dora Soemitro.Ia juga merupakan cucu dari Raden Mas Margono Djojohadikusumo, anggota BPUPKI, pendiri Bank Negara Indonesia dan Ketua DPA pertama. Prabowo Subianto dinamai menurut Soebianto Djojohadikoesoemo, pamannya yang gugur dalam Pertempuran Lengkong. Ia memiliki dua kakak perempuan, Biantiningsih Miderawati dan Maryani Ekowati, dan satu orang adik, Hashim Djojohadikusumo. Dalam bukunya Jejak Perlawanan Begawan Pejuang, Sumitro mengakui istrinya sangat berperan dalam membesarkan dan pendidikan formal anak-anaknya. Meskipun Sumitro muslim, Dora Sigar tetap Kristen. Dengan latar belakang keluarga berpendidikan Belanda, Dora Sigar menerapkan disiplin ketat kepada putra-putrinya. Di meja makan, misalnya, semua tata krama dan etiket Belanda sangat ketat dijalankan, seperti tangan tidak boleh ke sana ke mari, serbet harus dilipat di pangkuan, dan garfu sendok tidak boleh bunyi. Perpaduan dua kepribadian orangtua inilah yang sangat membentuk kepribadian Prabowo. Disiplin dan sikap keras diturunkan dari sang Ibu, gaya berpikir kritis dan bebas dari sang Ayah. Ia tumbuh menjadi anak yang cerdas, lugas tanpa basa-basi, sangat taat aturan sehingga sangat kaku dalam pergaulan, dan kritis. Dan, dari penuturan kawan-kawan dekatnya, Prabowo adalah anak kesayangan ibunya. Masa kecilnya banyak dihabiskan di luar negeri. Ia menyelesaikan pendidikan dasar dalam waktu 3 tahun di Victoria Institution, Kuala Lumpur, Sekolah Menengah di Zurich International School, Zurich, pada tahun 1963-1964, SMA di American School, London pada kurun waktu 1964-1967. Pada tahun 1970, barulah ia masuk ke Akademi Militer Nasional, Magelang. Prabowo Subianto mengawali karirnya waktu ia daftarkan diri di Akademi Militer Magelang, Ia lalu Lulus pada tahun 1974 dari Akademi Militer, lalu pada tahun 1976 Prabowo ditugaskan untuk Komandan Pleton Beberapa Komando Group I Komando Pasukan Sandhi Yudha (Kopassandha) serta ditugaskan untuk sisi dari operasi Tim Nanggala di Timor Timur. Saat itu dia berumur 26 tahun dan merupakan komandan termuda dalam operasi Tim Nanggala. Prabowo memimpin misi untuk menangkap Nicolau dos Reis Lobato, wakil ketua Fretilin yang pada saat itu juga menjabat sebagai Perdana Menteri pertama Timor Timur. Akhirnya, Nicolau Lobato tewas setelah tertembak di perut saat bertempur di lembah Mindelo pada tanggal 31 Desember 1978. Prabowo Subianto kemudian menikah dengan Titiek yang merupakan anak Presiden Soeharto pada bulan Mei 1983 dan berpisah pada tahun 1998, tidak lama setelah Soeharto mundur dari jabatan Presiden Republik Indonesia. Dari pernikahan ini, Prabowo dikaruniai seorang anak, Ragowo "Didiet" Hediprasetyo. Didiet tumbuh besar di Boston, AS dan sekarang tinggal di Paris, Perancis sebagai seorang desainer. Menurut sumber The Politic, Prabowo dipertemukan (dicomblangi) oleh Wismoyo Arismunandar dengan  anak Alm Presiden Soeharto, Titiek Soeharto, ketika ia menjadi ajudan Wismoyo kala itu. Siti Hediati Hariyadi yang lahir di Semarang, Jawa Tengah, 14 April 1959, lebih dikenal dengan Titiek Soeharto adalah anak keempat mendiang mantan Presiden Soeharto. Ketika pertama kali bertemu, lanjut sumber, langsung saling tertarik, padahal saat itu Prabowo sudah bertunangan dengan anak dari dr. Sajiman, Kepala RS TNI di Magelang, yang sekarang sudah menjadi dokter gigi, kawin dengan seorang ginekolog di Yogyakarta. Setelah perceraian, hubungan Prabowo dengan Titiek tampak tetap mesra. Pada tahun 1983, kala itu masih berpangkat Kapten, Prabowo diduga pernah mencoba melakukan upaya penculikan sejumlah petinggi militer, termasuk Jendral LB Moerdani, namun upaya ini digagalkan oleh Mayor Luhut Panjaitan, Komandan Den 81/Antiteror. Prabowo sendiri adalah wakil Luhut saat itu. Pada tahun 1990-an, Prabowo terkait dengan sejumlah kasus pelanggaran HAM di Timor Timur. Pada akhir tahun 1992, Xanana Gusmao berhasil ditangkap dalam operasi yang dipimpin oleh Letnan Kolonel Prabowo. Informasi mengenai keberadaan Xanana Gusmao diperoleh dari sadapan telepon Ramos Horta di pengasingan. Pada tahun 1995, ia diduga menggerakkan pasukan ilegal yang melancarkan aksi teror ke warga sipil. Peristiwa ini membuat Prabowo nyaris baku hantam dengan Komandan Korem Timor Timur saat itu, Kolonel Inf Kiki Sjahnakrie, di kantor Pangdam IX Udayana. Sejumlah lembaga internasional menuntut agar kasus ini dituntaskan. Menurut pakar hukum Adnan Buyung Nasution, kasus ini belum selesai secara hukum karena belum pernah diadakan pemeriksaan menurut hukum pidana. Pada tahun 1996, Komandan Kopassus Prabowo Subianto memimpin operasi pembebasan sandera Mapenduma. Operasi ini berhasil menyelamatkan nyawa 10 dari 12 peneliti Ekspedisi Lorentz '95 yang disekap oleh Organisasi Papua Merdeka (OPM). Lima orang yang disandera adalah peneliti biologi asal Indonesia, sedangkan 7 sandera lainnya adalah peneliti dari Inggris, Belanda dan Jerman. Namun, operasi ini dikritik karena menggunakan lambang Palang Merah pada helikopter putih untuk menipu anggota OPM. Pada tahun 1997, Prabowo Subianto diduga mendalangi penculikan dan penghilangan paksa terhadap sejumlah aktivis pro-Reformasi. Setidaknya 13 orang, termasuk seniman 'Teater Rakyat' Widji Thukul, aktivis Herman Hendrawan, dan Petrus Bima hilang dan belum ditemukan hingga sekarang. Mereka diyakini sudah meninggal. Prabowo sendiri mengakui memerintahkan Tim Mawar untuk melakukan penculikan kepada sembilan orang aktivis, diantaranya Haryanto Taslam, Desmond J Mahesa dan Pius Lustrilanang. Pada tanggal 26 April 1997, Tim Nasional Indonesia ke Puncak Gunung Everest berhasil mengibarkan bendera merah putih di puncak tertinggi dunia setelah mendaki melalui jalur selatan Nepal. Tim yang terdiri dari anggota Kopassus, Wanadri, FPTI, dan Mapala UI ini diprakarsai oleh Komandan Jenderal Kopassus, Mayor Jendral TNI Prabowo Subianto. Ekspedisi dimulai pada tanggal 12 Maret 1997 dari Phakding, Nepal. Tahun 1998, Prabowo ditarik kembali menjadi Panglima Kostrad dengan pangkat Letnan Jenderal, dalam usia relatif muda yakni 47 tahun. Sebagai Pangkostrad yang membawahi pasukan cadangan ABRI yang jumlahnya cukup besar pada waktu itu (sekitar 11 ribu prajurit) , Prabowo dimintai pertolongan oleh Panglima Kodam Jaya untuk mengamankan Jakarta yang berada dalam suasana kacau. Permintaan ini dipenuhi Prabowo dengan membantu mengamankan sejumlah bangunan penting, khususnya rumah dinas Wakil Presiden B.J. Habibie di Kuningan. Di tahun inilah ia tersandung tragedi Mei yang membuatnya dipindahkan menjadi Komandan Sekolah Staf dan Komando ABRI (Sesko TNI). Dan atas pertimbangan Dewan Kehormatan Perwira (DKP), Prabowo diberhentikan dari dinas kemililiterannya. Setelah Mei 1998, untuk menghindari tekanan dari Habibie terkait insubordinasi tersebut dan menghindari pengusutan hukum terkait kerusuhan Mei dan penculikan para aktivis, ia melarikan diri ke Yordania. Ia mendapat suaka politik dan status kewarganegaraan dari Abdullah II. Pangeran Abdullah II yang kemudian pada 1999 menjadi Raja Yordania adalah kawan Prabowo di sekolah militer. Prabowo kembali ke Indonesia pada 2001 setelah kekuatan Poros Tengah menggulingkan Presiden BJ Habibie dan momentum untuk mengusut kasus-kasus pelanggaran HAM Orde Baru mulai surut. Setelah meninggalkan karier militernya ia menjadi pengusaha, mengikuti karier adiknya Hashim Djojohadikusumo, antara lain dia memiliki saham dalam PT Kertas Nusantara. Ia lalu terjun ke dunia usaha, membantu adiknya Hashim Djojohadikusumo, yang sudah lebih dulu sebagai pengusaha minyak di Kazakhstan. Sekitar tahun 2002, Prabowo membeli PT Kiani Kertas yang saat itu sudah berada di BPPN sebagai perusahaan yang ‘sakit’ karena terbelit utang yang besar. Prabowo membeli Kiani Kertas menggunakan pinjaman senilai Rp 1,8 triliun dari Bank Mandiri. Ia kini tercatat memimpin 27 perusahaan di Indonesia dan luar negeri. Perusahaan yang dipimpinnya meliputi Nusantara Energy (perusahaan minyak, gas alam dan batu bara), Tidar Kerinci Agung (minyak kelapa), dan Jaladri Nusantara (industri perikanan). Prabowo juga mendirikan beberapa organisasi masyarakat seperti Asosiasi Petani Indonesia, Asosiasi Pedagang Pasar Tradisional Indonesia, Asosiasi Pencak Silat Indonesia. Pada tanggal 5 Desember 2004, Prabowo terpilih sebagai ketua umum HKTI (Himpunan Kerukunan Tani Indonesia) mengalahkan Setiawan Djodi dan Ja'far Hafsah. Pada saat Musyawarah Nasional (Munas) HKTI ke-7, Prabowo Subianto kembali terpilih sebagai Ketua Umum 2010-2015 secara aklamasi. 32 dari 33 Dewan Pimpinan Daerah menerima laporan pertanggungjawaban Prabowo dan meminta agar Prabowo kembali memimpin HKTI. Pada tanggal 6 Agustus 2008, Munas APPSI secara aklamasi memilih Prabowo sebagai ketua umum APPSI untuk periode 2008-2013. Prabowo terpilih setelah mendapat dukungan dari 29 Dewan Pimpinan Wilayah tingkat provinsi dan 199 Dewan Pimpinan Daerah tingkat kabupaten. Prabowo pertama kali terpilih menjadi Ketua Umum Pengurus Besar (PB) IPSI tahun 2004. Pada Munas PB IPSI di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, tanggal 27 Februari 2012, Prabowo terpilih untuk ketiga kalinya sebagai Ketua Umum PB IPSI. Pada SEA Games 2011 di Jakarta, cabang olah raga pencak silat berhasil mendapatkan juara umum dengan menyabet 9 dari 18 nomor yang dipertandingkan. Istana Prabowo berpadu dengan hijaunya Bukit Hambalang, sangat megah dan asri dengan rerumputan dan pepohonan pinus. Selain di depan, di bagian belakang rumah juga terdapat satu pos penjagaan. Menurut sumber The Politic, rumah petinggi Gerindra ini berfasilitas sangat lengkap. Tak hanya  itu, dua buah istal kandang kuda sebanyak 17 ekor kuda milik Prabowo berjenis Lusiano turut melengkapi  fasilitas di rumah itu. Kuda-kuda tersebut didatangkan langsung dari Portugal. Tak tanggung-tanggung, konon harga per ekornya mencapai miliaran rupiah! "Saya ini kesatria yang menyepi pada saat tidak dibutuhkan. Dan kesatria selalu menyepi di gunung, seperti tempat ini." Prabowo ditemani sejumlah lelaki muda yang ia sebut sebagai Kesatria Jedisebutan untuk murid Master Yoda dalam film Hollywood Star Wars. "Mereka ini anak muda yang pintar-pintar. Lulusan luar negeri,".  Ia juga mencalonkan diri sebagai calon presiden dari Partai Golkar pada Konvesi Capres Golkar 2004. Untuk pencalonan ini, tim suksesnya khusus menyewa Alex Castinallos, konsultan kampanye Partai Republik Amerika Serikat yang berhasil mendudukkan George W Bush di Gedung Putih dan konsultan media iklan TV, David Axelrod. Meski lolos sampai putaran akhir, akhirnya Prabowo kandas di tengah jalan. Ia kalah suara oleh Wiranto. Prabowo adalah calon presiden dalam pemilu presiden Republik Indonesia 2009 dari Partai Gerakan Indonesia Raya (GERINDRA). Karena sejumlah kendala politik, akhirnya Prabowo bersedia menjadi calon wakil presiden Megawati Soekarnoputri. Pasangan Mega-Prabowo resmi diumumkan 15 Mei 2009. Pelayanan Advokasi untuk Keadilan dan Perdamaian (Padma) Indonesia wilayah Nusa Tenggara Timur menilai, Prabowo berperan besar dalam pembebasan Wilfrida Soik dari hukuman mati di Pengadilan Kota Bahru, Kelantan, Malaysia. Prabowo menunjuk pengacara Malaysia Tan Sri Mohammad Syafei untuk membela Wilfrida Soik. Wilfrida adalah buruh asal Nusa Tenggara Timur yang diberangkatkan secara ilegal. Wilfrida didakwa hukuman mati karena membunuh majikannya, Yeap Seok Pen pada tanggal 7 Desember 2010. Partai Gerakan Indonesia Raya telah menyatakan akan mengusung Prabowo sebagai calon presiden pada pemilihan presiden 2014. Prabowo sendiri sudah menyatakan kesediaannya untuk dicalonkan sebagai presiden, jika mendapat dukungan dari rakyat. Walaupun beberapa lembaga survei mencatat elektabilitas Prabowo tertinggi dibandingkan dengan calon-calon presiden lainnya, tidak sedikit pengamat politik yang meyakini kalau langkah Prabowo akan terganjal elektabilitas Partai Gerakan Indonesia Raya yang sangat rendah. Di Pemilihan umum legislatif Indonesia 2014, Gerindra meraih posisi ketiga, hanya sedikit selisih suara dibanding PDIP dan Golkar, yaitu 11,58 persen, sementara PDIP meraih 19,52 persen dan Golkar 15,22 persen berdasarkan perhitungan cepat Kompas hingga 9 April 2014. Prabowo Subianto hadirkan "Enam Program Aksi Transformasi Bangsa" dalam kampanyenya; apabila terpilih menjadi Presiden Republik Indonesia, ia ingin membangun ekonomi yang kuat, berdaulat, adil dan makmur, melaksanakan ekonomi kerakyatan, membangun kedaulatan pangan dan energi serta pengamatan sumberdaya air, meningkatkan kualitas pembangunan manusia Indonesia melalui program pendidikan, kesehatan, sosial dan budaya, membangun infrastruktur dan menjaga kelestarian alam serta lingkungan hidup, dan membangun pemerintahan yang bebas korupsi, kuat, tegas dan efektif. Setelah meningkatnya popularitas dan elektabilitas Prabowo di berbagai lembaga survei dalam Pemilihan umum Presiden Indonesia 2014, ia terus diserang kampanye hitam dan opini negatif antara lain beredarnya uang kertas pecahan Rp50.000 yang diberi cap dengan tulisan "Prabowo: Satria Piningit, Heru Cakra Ratu Adil" dan penghembusan kembali isu stigmatisasi atas tudingan keterlibatan, bahkan nama Prabowo juga disebut-sebut sebagai dalang penculikan aktivis pro demokrasi 1997/1998, penembakan mahasiswa Trisakti, otak penggerak Kerusuhan Mei 1998 dan tuduhan hendak melakukan kudeta Mei 1998. Prabowo juga dididuga berjanji akan memberikan satu miliar kepada setiap desa di Indonesia bila ia terpilih sebagai presiden. Seperti calon presiden lainnya, Prabowo memiliki tampilan unik yang mudah dikenali dengan baju warna khaki dengan banyak kantong. Ini membuat ia dianggap mengingatkan masyarakat kepada sosok Sukarno dan Syahrir. Ia sendiri menyatakan menyukai setelan ini karena alasan kepraktisan. Prabowo mulai sering mengenakannya saat berpasangan dengan Megawati di Pilpres 2009. Karier Karier Militer Komandan Peleton Para Komando Group-1 Kopassandha (1976) Karier Militer Komandan Kompi Para Komando Group-1 Kopassandha (1997) Karier Militer Wakil Komandan Detasemen–81 Kopassus (1983) Karier Militer Wakil Komandan Batalyon Infanteri Lintas Udara 328 Kostrad (1985) Karier Militer Komandan Batalyon Infanteri Lintas Udara 328 Kostrad (1987) Karier Militer Kepala Staf Brigade Infanteri Lintas Udara 17/Kujang I/Kostrad (1991) Karier Militer Komandan Group-3/Pusat Pendidikan Pasukan Khusus (1993) Karier Militer Komandan Jenderal Komando Pasukan Khusus (1996) Karier Militer Panglima Komando Cadangan Strategi TNI Angkatan Darat (1998) Karier Militer Komandan Sekolah Staf Dan Komando ABRI (1998) Karier Kerja Komisaris Perusahaan Migas Karazanbasmunai (0) Karier Kerja Presiden Dan Ceo PT Tidar Kerinci Agung (Perusahaan Produksi Minyak Kelapa Sawit), Jakarta, Indonesia (0) Karier Kerja Presiden Dan Ceo PT Nusantara Energy (Migas, Pertambangan, Pertanian, Kehutanan Dan Pulp) Jakarta, Indonesia (0) Karier Kerja Presiden Dan Ceo PT Jaladri Nusantara (Perusahaan Perikanan) Jakarta, Indonesia (0) Karier Politik Pendiri Partai Gerakan Indonesia Raya (GERINDRA) (0) Karier Politik Partai Golkar (2004) Organisasi Ketua umum HKTI periode 2004-2009 Anggota marga Lumban Tobing (difasilitasi oleh Persatuan Punguan Siraja Lumban Tobing (PPSLB) dan berlangsung di Danau Toba Convention Center, Medan) Keanggotaan Dalam Organisasi Politik Dewan Penasihat Organisasi Kosgoro Keanggotaan Dalam Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Ketua Yayasan Pendidikan Kebangsaan (Universitas Kebangsaan) Ketua Majelis Perhimpunan Keluarga Mahasiswa Dan Alumni Supersemar Pendiri Koperasi Swadesi Indonesia (Ksi) Dengan 14 Cabang Di 4 Provinsi di Indonesia Ketua Yayasan 25 Januari Ketua Umum PB Ikatan Pencaksilat Seluruh Indonesia (IPSI)  PENGHARGAAN Bintang Kartika Eka Paksi Nararya Satya Lencana Kesetiaan XVI Tahun Satya Lencana Seroja Ulangan–III Satya Lencana Raksaka Dharma Satya Lencana Dwija Sistha Satya Lencana Wira Karya The First Class The Padin Medal Ops Honor dari Pemerintah Kamboja Bintang Yudha Dharma Nararya Sumber, id.wikipedia.org         webmuhammadiyah.blogspot.com         donnymontang.blogspot.com         news.detik.com         profil.merdeka.com         farisyuda.blogspot.com

Friday, March 16, 2012
Kevin Samara

Alexander Bain - Pencipta mesin Faks dengan morse

Alexander Bain (lahir di Watten, Caithness, Skotlandia, Oktober 1811 – meninggal di Kirkintilloch, 2 Januari 1877 pada umur 65 tahun) adalah seorang pembuat jam dan instrumen asal Skotlandia. Ia mempatenkan nenek moyang mesin faks, dan ia diakui sebagai penemu mesin faks. Ia adalah penemu dan teknisi serba bisa yang kemudian memasang jalur telegraf pertama di sepanjang jalur kereta api antara Edinburgh dan Glasgow.

Alexander Bain lahir di Watten, Caithness, Skotlandia dan meninggal di Kirkintilloch dan dimakamkan di Pemakaman Old Aisle.

Kehidupan awal
Bain lahir di Watten, Caithness, Skotlandia. Ayah Bain adalah petani kecil a. Bain punya saudara kembar, Margaret, dan, secara total, ia memiliki enam saudara perempuan dan enam saudara. Bain tidak unggul dalam sekolah dan magang ke pembuat jam di Wick.
  
Karir
Setelah mempelajari seni clockmaking, ia pergi ke Edinburgh, dan pada tahun 1837 ke London, dimana ia memperoleh pekerjaan sebagai pekerja harian di Clerkenwell. Bain sering kuliah di Lembaga Politeknik dan Galeri Adelaide dan kemudian dibangun bengkel sendiri di Hanover Street.

Pada tahun 1840, membutuhkan uang untuk mengembangkan penemuannya, Bain disebutkan masalah keuangan kepada editor dari Majalah Mekanika, yang memperkenalkannya kepada Sir Charles Wheatstone. Bain menunjukkan model untuk Wheatstone, yang, saat dimintai pendapatnya, mengatakan "Oh, aku tidak perlu repot-repot untuk mengembangkan hal-hal ini lebih jauh! Tidak ada masa depan di dalamnya." Tiga bulan kemudian Wheatstone menunjukkan jam listrik untuk Royal Society, mengklaim penemuan itu sendiri. Namun, Bain telah mengajukan permohonan paten untuk itu. Wheatstone mencoba untuk memblokir paten Bain, tapi gagal. Ketika Wheatstone menyelenggarakan Undang-undang Parlemen untuk mendirikan Perusahaan Listrik Telegraph, House of Lords dipanggil Bain untuk memberikan bukti, dan akhirnya memaksa perusahaan untuk membayar Bain £ 10.000 dan memberinya pekerjaan sebagai manajer, menyebabkan Wheatstone untuk mengundurkan diri.

Paten pertama Bain bertanggal 11 Januari 1841, dan atas nama John Barwise, pembuat kronometer, dan Alexander Bain, Mekanis. Ini menggambarkan jam listrik nya yang menggunakan pendulum terus bergerak oleh impuls elektromagnetik. Dia ditingkatkan pada ini dalam paten kemudian, termasuk proposal untuk memperoleh listrik yang dibutuhkan dari sebuah "baterai bumi", yang terdiri dari pelat seng dan tembaga terkubur di dalam tanah.

Pada bulan Desember 1841, Bain dalam hubungannya dengan Letnan Thomas Wright RN, mematenkan metode untuk menggunakan listrik untuk mengontrol mesin kereta api dengan mematikan uap, menandai waktu, memberikan sinyal, dan mencetak informasi pada lokasi yang berbeda. Ide yang paling signifikan yang tergabung dalam paten itu rencananya untuk inverting telegraf jarum sebelumnya dikembangkan oleh Ampere, Wheatstone dan lainnya: daripada membuat sinyal oleh jarum magnet berputar di bawah pengaruh elektromagnet, ia membuat mereka dengan menunda kumparan bergerak antara kutub magnet tetap. Konsep serupa muncul dalam perekam menyedot Sir William Thomson. Bain juga mengusulkan untuk membuat pesan kumparan rekor dengan mencetak mereka, ide dia mengembangkan lebih lanjut dalam paten berikutnya.

Bain diketahui telah mengatakan,
" Selama bertahun-tahun saya telah mengabdikan diri untuk render listrik praktis berguna, dan telah banyak terlibat, tidak hanya di negara ini, tapi di Amerika dan di Benua Eropa, dalam pembangunan dan kerja Telegraph Electric; sementara pada saat yang sama, kerja listrik dalam ukuran waktu juga terlibat perhatian saya."


mesin Faksimili
Bain bekerja pada mesin faksimili eksperimental pada 1843-1846. Dia menggunakan sebuah jam untuk melakukan sinkronisasi gerakan dua pendulum untuk baris demi baris scanning pesan. Untuk transmisi, Bain diterapkan pin logam diatur pada sebuah silinder yang terbuat dari bahan isolasi. Penyelidikan listrik yang ditransmisikan on-off pulsa kemudian dipindai pin. Pesan tersebut direproduksi pada stasiun penerima di atas kertas elektrokimia sensitif diresapi dengan larutan kimia yang mirip dengan yang dikembangkan untuk kimia nya telegraf. Dalam deskripsi patennya tanggal 27 Mei 1843 untuk "perbaikan dalam memproduksi dan mengatur arus listrik dan perbaikan dalam Timepieces, dan dalam pencetakan listrik, dan Telegraf sinyal," tegasnya bahwa "sebuah salinan dari setiap permukaan lainnya terdiri dari melakukan dan tidak melakukan bahan dapat diambil dengan cara ini ". Pemancar dan penerima dihubungkan oleh lima kabel. Pada tahun 1850 ia diterapkan untuk versi perbaikan tapi sudah terlambat, karena Frederick Bakewell telah memperoleh paten untuk atasannya "gambar telegraf" dua tahun sebelumnya di 1848.

Itu Bain dan mekanisme laboratorium Bakewell yang direproduksi gambar berkualitas buruk dan tidak layak karena sistem pemancar dan penerima tidak pernah benar-benar disinkronkan. Pada 1861, operasi pertama elektro-mekanik praktis komersial dieksploitasi telefax mesin, Pantelegraph tersebut, ditemukan oleh fisikawan Italia Giovanni Caselli. Dia memperkenalkan layanan komersial pertama telefax antara Paris dan Lyon setidaknya 11 tahun sebelum penemuan telepon yang bisa bekerja.

Kimia telegraf
Pada tanggal 12 Desember 1846, Bain, yang saat itu tinggal di Edinburgh, mematenkan telegraf kimia. Dia telah melihat bahwa Morse dan telegraf lainnya kemudian digunakan yang relatif lambat, karena inersia dari bagian yang bergerak mekanik mereka, dan menyadari bahwa sinyal arus dapat digunakan untuk membuat tanda yang dapat dibaca pada pita kertas bergerak direndam dalam campuran amonium nitrat dan kalium ferrocyanide, yang memberikan tanda biru ketika arus yang melewatinya.

Kecepatan di mana tanda bisa dibuat di atas kertas begitu tinggi sehingga sinyal tangan tidak bisa mengikuti dengan itu, dan Bain menemukan metode signaling otomatis menggunakan pita kertas berlubang. Konsep ini kemudian digunakan oleh Wheatstone di pengirim otomatisnya. Bain kimia telegraf diadili antara Paris dan Lille, dan mencapai kecepatan 282 kata dalam 52 detik, sebuah kemajuan besar pada Morse telegraf yang hanya bisa memberi sekitar 40 kata per menit.

Di Inggris Bain telegraf digunakan pada kabel dari Telegraph Company listrik sampai batas tertentu, dan pada tahun 1850 itu digunakan di Amerika oleh Henry O'Reilly. Namun, timbul permusuhan dari Samuel Morse, yang memperoleh perintah menentangnya dengan alasan bahwa pita kertas dan alfabet yang digunakan jatuh di bawah patennya. Akibatnya, oleh 1859 Bain telegraf telah digunakan hanya pada satu baris dan tidak pernah benar-benar memasuki penggunaan umum.

Jam Listrik
Jam listrik Bain datang dari dua tahap pembangunan antara tahun 1840-an dan 1860-an. Contohnya bisa dilihat di Museum Maritim Nasional London, London Science Museum, Royal Scottish Museum, dan Uhrenmuseum Deutsches. Jam perapian yang paling langka dan menarik adalah di tangan swasta. Salah satu fitur dalam pameran "Electrifying Time" pada tahun 1977 di London Science Museum. Bain kadang-kadang ditemukan solusi yang kompleks dan hiasan yang relatif sederhana, meskipun tidak mudah untuk memecahkan masalah. Yang paling kompleks perapian jamnya, bekerja pada push pull elektro-magnetik, tarik mendorong setiap periode lengkap ayunan menggunakan pendulum dengan lawan medan magnet. Pada waktu yang sangat mirip, Matthias Hipp dibangun sistem yang lebih sederhana dan dapat diandalkan yang menggunakan toggle switch sederhana untuk impuls pendulum sering sekali.

kehidupan Kemudian
Awalnya Bain membuat jumlah yang besar dari penemuannya tetapi, karena investasi miskin, menjadi miskin, dan pada tahun 1873, Sir William Thomson, Sir William Siemens, Latimer Clark dan lain-lain memperoleh pensiun Daftar Sipil untuk Bain dari Perdana Menteri William Ewart Gladstone sebesar £ 80 per tahun.

Kematian dan warisan
Bain dimakamkan di Auld Lorong Cemetery di Kirkintilloch. Ini dipulihkan pada 1959. Nisan (digambarkan di sini) memiliki tanggal keliru kematian (1876) yang kemudian dikoreksi 1877. Sebuah pub di Wick, dekat dengan tempat Alexander Bain menjabat magang, sekarang bernama setelah penemu. Juga, sebagai penghargaan untuk penemuannya, bangunan BT utama di Glasgow bernama Alexander Bain House. Salah satu contoh paling awal dari jam pendulum elektrik impulsed adalah dipamerkan di Uhrenmuseum Deutsches.

Sumber, Wikipedia
no image
  • Blogger Comments
  • Facebook Comments
jalan menuju keberhasilan
Top