Sabtu 5, Apr 2025

Latest News

    • Prabowo Subianto - Tegas, Berwibawa, Adil, dan Berpengalaman

      Letnan Jenderal (Purn) Prabowo Subianto Djojohadikusumo atau yang paling dikenal dengan nama Prabowo Subianto, lahir di Jakarta, pada tanggal 17 Oktober 1951. Prabowo Subianto adalah mantan Danjen Kopassus dan menantu dari mantan Presiden Indonesia Soeharto. Ia juga termasuk tokoh kontroversial di Indonesia. Sehingga ia dicopot jabatannya oleh Presiden Habibie melalui mantan Pangab Wiranto karena dugaan keterlibatan oknum Kopassus dalam kasus penculikan sejumlah aktivis LSM dan pelanggaran HAM yang sampai sekarang masih buram ceritanya. Prabowo juga politikus sekaligus pendiri dari partai Gerindra. Prabowo adalah putra dari pasangan Soemitro Djojohadikusumo yang merupakan ahli Ekonomi Indonesia pada zaman Soekarno serta Soeharto dan Dora Marie Sigar, atau lebih dikenal dengan nama Dora Soemitro.Ia juga merupakan cucu dari Raden Mas Margono Djojohadikusumo, anggota BPUPKI, pendiri Bank Negara Indonesia dan Ketua DPA pertama. Prabowo Subianto dinamai menurut Soebianto Djojohadikoesoemo, pamannya yang gugur dalam Pertempuran Lengkong. Ia memiliki dua kakak perempuan, Biantiningsih Miderawati dan Maryani Ekowati, dan satu orang adik, Hashim Djojohadikusumo. Dalam bukunya Jejak Perlawanan Begawan Pejuang, Sumitro mengakui istrinya sangat berperan dalam membesarkan dan pendidikan formal anak-anaknya. Meskipun Sumitro muslim, Dora Sigar tetap Kristen. Dengan latar belakang keluarga berpendidikan Belanda, Dora Sigar menerapkan disiplin ketat kepada putra-putrinya. Di meja makan, misalnya, semua tata krama dan etiket Belanda sangat ketat dijalankan, seperti tangan tidak boleh ke sana ke mari, serbet harus dilipat di pangkuan, dan garfu sendok tidak boleh bunyi. Perpaduan dua kepribadian orangtua inilah yang sangat membentuk kepribadian Prabowo. Disiplin dan sikap keras diturunkan dari sang Ibu, gaya berpikir kritis dan bebas dari sang Ayah. Ia tumbuh menjadi anak yang cerdas, lugas tanpa basa-basi, sangat taat aturan sehingga sangat kaku dalam pergaulan, dan kritis. Dan, dari penuturan kawan-kawan dekatnya, Prabowo adalah anak kesayangan ibunya. Masa kecilnya banyak dihabiskan di luar negeri. Ia menyelesaikan pendidikan dasar dalam waktu 3 tahun di Victoria Institution, Kuala Lumpur, Sekolah Menengah di Zurich International School, Zurich, pada tahun 1963-1964, SMA di American School, London pada kurun waktu 1964-1967. Pada tahun 1970, barulah ia masuk ke Akademi Militer Nasional, Magelang. Prabowo Subianto mengawali karirnya waktu ia daftarkan diri di Akademi Militer Magelang, Ia lalu Lulus pada tahun 1974 dari Akademi Militer, lalu pada tahun 1976 Prabowo ditugaskan untuk Komandan Pleton Beberapa Komando Group I Komando Pasukan Sandhi Yudha (Kopassandha) serta ditugaskan untuk sisi dari operasi Tim Nanggala di Timor Timur. Saat itu dia berumur 26 tahun dan merupakan komandan termuda dalam operasi Tim Nanggala. Prabowo memimpin misi untuk menangkap Nicolau dos Reis Lobato, wakil ketua Fretilin yang pada saat itu juga menjabat sebagai Perdana Menteri pertama Timor Timur. Akhirnya, Nicolau Lobato tewas setelah tertembak di perut saat bertempur di lembah Mindelo pada tanggal 31 Desember 1978. Prabowo Subianto kemudian menikah dengan Titiek yang merupakan anak Presiden Soeharto pada bulan Mei 1983 dan berpisah pada tahun 1998, tidak lama setelah Soeharto mundur dari jabatan Presiden Republik Indonesia. Dari pernikahan ini, Prabowo dikaruniai seorang anak, Ragowo "Didiet" Hediprasetyo. Didiet tumbuh besar di Boston, AS dan sekarang tinggal di Paris, Perancis sebagai seorang desainer. Menurut sumber The Politic, Prabowo dipertemukan (dicomblangi) oleh Wismoyo Arismunandar dengan  anak Alm Presiden Soeharto, Titiek Soeharto, ketika ia menjadi ajudan Wismoyo kala itu. Siti Hediati Hariyadi yang lahir di Semarang, Jawa Tengah, 14 April 1959, lebih dikenal dengan Titiek Soeharto adalah anak keempat mendiang mantan Presiden Soeharto. Ketika pertama kali bertemu, lanjut sumber, langsung saling tertarik, padahal saat itu Prabowo sudah bertunangan dengan anak dari dr. Sajiman, Kepala RS TNI di Magelang, yang sekarang sudah menjadi dokter gigi, kawin dengan seorang ginekolog di Yogyakarta. Setelah perceraian, hubungan Prabowo dengan Titiek tampak tetap mesra. Pada tahun 1983, kala itu masih berpangkat Kapten, Prabowo diduga pernah mencoba melakukan upaya penculikan sejumlah petinggi militer, termasuk Jendral LB Moerdani, namun upaya ini digagalkan oleh Mayor Luhut Panjaitan, Komandan Den 81/Antiteror. Prabowo sendiri adalah wakil Luhut saat itu. Pada tahun 1990-an, Prabowo terkait dengan sejumlah kasus pelanggaran HAM di Timor Timur. Pada akhir tahun 1992, Xanana Gusmao berhasil ditangkap dalam operasi yang dipimpin oleh Letnan Kolonel Prabowo. Informasi mengenai keberadaan Xanana Gusmao diperoleh dari sadapan telepon Ramos Horta di pengasingan. Pada tahun 1995, ia diduga menggerakkan pasukan ilegal yang melancarkan aksi teror ke warga sipil. Peristiwa ini membuat Prabowo nyaris baku hantam dengan Komandan Korem Timor Timur saat itu, Kolonel Inf Kiki Sjahnakrie, di kantor Pangdam IX Udayana. Sejumlah lembaga internasional menuntut agar kasus ini dituntaskan. Menurut pakar hukum Adnan Buyung Nasution, kasus ini belum selesai secara hukum karena belum pernah diadakan pemeriksaan menurut hukum pidana. Pada tahun 1996, Komandan Kopassus Prabowo Subianto memimpin operasi pembebasan sandera Mapenduma. Operasi ini berhasil menyelamatkan nyawa 10 dari 12 peneliti Ekspedisi Lorentz '95 yang disekap oleh Organisasi Papua Merdeka (OPM). Lima orang yang disandera adalah peneliti biologi asal Indonesia, sedangkan 7 sandera lainnya adalah peneliti dari Inggris, Belanda dan Jerman. Namun, operasi ini dikritik karena menggunakan lambang Palang Merah pada helikopter putih untuk menipu anggota OPM. Pada tahun 1997, Prabowo Subianto diduga mendalangi penculikan dan penghilangan paksa terhadap sejumlah aktivis pro-Reformasi. Setidaknya 13 orang, termasuk seniman 'Teater Rakyat' Widji Thukul, aktivis Herman Hendrawan, dan Petrus Bima hilang dan belum ditemukan hingga sekarang. Mereka diyakini sudah meninggal. Prabowo sendiri mengakui memerintahkan Tim Mawar untuk melakukan penculikan kepada sembilan orang aktivis, diantaranya Haryanto Taslam, Desmond J Mahesa dan Pius Lustrilanang. Pada tanggal 26 April 1997, Tim Nasional Indonesia ke Puncak Gunung Everest berhasil mengibarkan bendera merah putih di puncak tertinggi dunia setelah mendaki melalui jalur selatan Nepal. Tim yang terdiri dari anggota Kopassus, Wanadri, FPTI, dan Mapala UI ini diprakarsai oleh Komandan Jenderal Kopassus, Mayor Jendral TNI Prabowo Subianto. Ekspedisi dimulai pada tanggal 12 Maret 1997 dari Phakding, Nepal. Tahun 1998, Prabowo ditarik kembali menjadi Panglima Kostrad dengan pangkat Letnan Jenderal, dalam usia relatif muda yakni 47 tahun. Sebagai Pangkostrad yang membawahi pasukan cadangan ABRI yang jumlahnya cukup besar pada waktu itu (sekitar 11 ribu prajurit) , Prabowo dimintai pertolongan oleh Panglima Kodam Jaya untuk mengamankan Jakarta yang berada dalam suasana kacau. Permintaan ini dipenuhi Prabowo dengan membantu mengamankan sejumlah bangunan penting, khususnya rumah dinas Wakil Presiden B.J. Habibie di Kuningan. Di tahun inilah ia tersandung tragedi Mei yang membuatnya dipindahkan menjadi Komandan Sekolah Staf dan Komando ABRI (Sesko TNI). Dan atas pertimbangan Dewan Kehormatan Perwira (DKP), Prabowo diberhentikan dari dinas kemililiterannya. Setelah Mei 1998, untuk menghindari tekanan dari Habibie terkait insubordinasi tersebut dan menghindari pengusutan hukum terkait kerusuhan Mei dan penculikan para aktivis, ia melarikan diri ke Yordania. Ia mendapat suaka politik dan status kewarganegaraan dari Abdullah II. Pangeran Abdullah II yang kemudian pada 1999 menjadi Raja Yordania adalah kawan Prabowo di sekolah militer. Prabowo kembali ke Indonesia pada 2001 setelah kekuatan Poros Tengah menggulingkan Presiden BJ Habibie dan momentum untuk mengusut kasus-kasus pelanggaran HAM Orde Baru mulai surut. Setelah meninggalkan karier militernya ia menjadi pengusaha, mengikuti karier adiknya Hashim Djojohadikusumo, antara lain dia memiliki saham dalam PT Kertas Nusantara. Ia lalu terjun ke dunia usaha, membantu adiknya Hashim Djojohadikusumo, yang sudah lebih dulu sebagai pengusaha minyak di Kazakhstan. Sekitar tahun 2002, Prabowo membeli PT Kiani Kertas yang saat itu sudah berada di BPPN sebagai perusahaan yang ‘sakit’ karena terbelit utang yang besar. Prabowo membeli Kiani Kertas menggunakan pinjaman senilai Rp 1,8 triliun dari Bank Mandiri. Ia kini tercatat memimpin 27 perusahaan di Indonesia dan luar negeri. Perusahaan yang dipimpinnya meliputi Nusantara Energy (perusahaan minyak, gas alam dan batu bara), Tidar Kerinci Agung (minyak kelapa), dan Jaladri Nusantara (industri perikanan). Prabowo juga mendirikan beberapa organisasi masyarakat seperti Asosiasi Petani Indonesia, Asosiasi Pedagang Pasar Tradisional Indonesia, Asosiasi Pencak Silat Indonesia. Pada tanggal 5 Desember 2004, Prabowo terpilih sebagai ketua umum HKTI (Himpunan Kerukunan Tani Indonesia) mengalahkan Setiawan Djodi dan Ja'far Hafsah. Pada saat Musyawarah Nasional (Munas) HKTI ke-7, Prabowo Subianto kembali terpilih sebagai Ketua Umum 2010-2015 secara aklamasi. 32 dari 33 Dewan Pimpinan Daerah menerima laporan pertanggungjawaban Prabowo dan meminta agar Prabowo kembali memimpin HKTI. Pada tanggal 6 Agustus 2008, Munas APPSI secara aklamasi memilih Prabowo sebagai ketua umum APPSI untuk periode 2008-2013. Prabowo terpilih setelah mendapat dukungan dari 29 Dewan Pimpinan Wilayah tingkat provinsi dan 199 Dewan Pimpinan Daerah tingkat kabupaten. Prabowo pertama kali terpilih menjadi Ketua Umum Pengurus Besar (PB) IPSI tahun 2004. Pada Munas PB IPSI di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, tanggal 27 Februari 2012, Prabowo terpilih untuk ketiga kalinya sebagai Ketua Umum PB IPSI. Pada SEA Games 2011 di Jakarta, cabang olah raga pencak silat berhasil mendapatkan juara umum dengan menyabet 9 dari 18 nomor yang dipertandingkan. Istana Prabowo berpadu dengan hijaunya Bukit Hambalang, sangat megah dan asri dengan rerumputan dan pepohonan pinus. Selain di depan, di bagian belakang rumah juga terdapat satu pos penjagaan. Menurut sumber The Politic, rumah petinggi Gerindra ini berfasilitas sangat lengkap. Tak hanya  itu, dua buah istal kandang kuda sebanyak 17 ekor kuda milik Prabowo berjenis Lusiano turut melengkapi  fasilitas di rumah itu. Kuda-kuda tersebut didatangkan langsung dari Portugal. Tak tanggung-tanggung, konon harga per ekornya mencapai miliaran rupiah! "Saya ini kesatria yang menyepi pada saat tidak dibutuhkan. Dan kesatria selalu menyepi di gunung, seperti tempat ini." Prabowo ditemani sejumlah lelaki muda yang ia sebut sebagai Kesatria Jedisebutan untuk murid Master Yoda dalam film Hollywood Star Wars. "Mereka ini anak muda yang pintar-pintar. Lulusan luar negeri,".  Ia juga mencalonkan diri sebagai calon presiden dari Partai Golkar pada Konvesi Capres Golkar 2004. Untuk pencalonan ini, tim suksesnya khusus menyewa Alex Castinallos, konsultan kampanye Partai Republik Amerika Serikat yang berhasil mendudukkan George W Bush di Gedung Putih dan konsultan media iklan TV, David Axelrod. Meski lolos sampai putaran akhir, akhirnya Prabowo kandas di tengah jalan. Ia kalah suara oleh Wiranto. Prabowo adalah calon presiden dalam pemilu presiden Republik Indonesia 2009 dari Partai Gerakan Indonesia Raya (GERINDRA). Karena sejumlah kendala politik, akhirnya Prabowo bersedia menjadi calon wakil presiden Megawati Soekarnoputri. Pasangan Mega-Prabowo resmi diumumkan 15 Mei 2009. Pelayanan Advokasi untuk Keadilan dan Perdamaian (Padma) Indonesia wilayah Nusa Tenggara Timur menilai, Prabowo berperan besar dalam pembebasan Wilfrida Soik dari hukuman mati di Pengadilan Kota Bahru, Kelantan, Malaysia. Prabowo menunjuk pengacara Malaysia Tan Sri Mohammad Syafei untuk membela Wilfrida Soik. Wilfrida adalah buruh asal Nusa Tenggara Timur yang diberangkatkan secara ilegal. Wilfrida didakwa hukuman mati karena membunuh majikannya, Yeap Seok Pen pada tanggal 7 Desember 2010. Partai Gerakan Indonesia Raya telah menyatakan akan mengusung Prabowo sebagai calon presiden pada pemilihan presiden 2014. Prabowo sendiri sudah menyatakan kesediaannya untuk dicalonkan sebagai presiden, jika mendapat dukungan dari rakyat. Walaupun beberapa lembaga survei mencatat elektabilitas Prabowo tertinggi dibandingkan dengan calon-calon presiden lainnya, tidak sedikit pengamat politik yang meyakini kalau langkah Prabowo akan terganjal elektabilitas Partai Gerakan Indonesia Raya yang sangat rendah. Di Pemilihan umum legislatif Indonesia 2014, Gerindra meraih posisi ketiga, hanya sedikit selisih suara dibanding PDIP dan Golkar, yaitu 11,58 persen, sementara PDIP meraih 19,52 persen dan Golkar 15,22 persen berdasarkan perhitungan cepat Kompas hingga 9 April 2014. Prabowo Subianto hadirkan "Enam Program Aksi Transformasi Bangsa" dalam kampanyenya; apabila terpilih menjadi Presiden Republik Indonesia, ia ingin membangun ekonomi yang kuat, berdaulat, adil dan makmur, melaksanakan ekonomi kerakyatan, membangun kedaulatan pangan dan energi serta pengamatan sumberdaya air, meningkatkan kualitas pembangunan manusia Indonesia melalui program pendidikan, kesehatan, sosial dan budaya, membangun infrastruktur dan menjaga kelestarian alam serta lingkungan hidup, dan membangun pemerintahan yang bebas korupsi, kuat, tegas dan efektif. Setelah meningkatnya popularitas dan elektabilitas Prabowo di berbagai lembaga survei dalam Pemilihan umum Presiden Indonesia 2014, ia terus diserang kampanye hitam dan opini negatif antara lain beredarnya uang kertas pecahan Rp50.000 yang diberi cap dengan tulisan "Prabowo: Satria Piningit, Heru Cakra Ratu Adil" dan penghembusan kembali isu stigmatisasi atas tudingan keterlibatan, bahkan nama Prabowo juga disebut-sebut sebagai dalang penculikan aktivis pro demokrasi 1997/1998, penembakan mahasiswa Trisakti, otak penggerak Kerusuhan Mei 1998 dan tuduhan hendak melakukan kudeta Mei 1998. Prabowo juga dididuga berjanji akan memberikan satu miliar kepada setiap desa di Indonesia bila ia terpilih sebagai presiden. Seperti calon presiden lainnya, Prabowo memiliki tampilan unik yang mudah dikenali dengan baju warna khaki dengan banyak kantong. Ini membuat ia dianggap mengingatkan masyarakat kepada sosok Sukarno dan Syahrir. Ia sendiri menyatakan menyukai setelan ini karena alasan kepraktisan. Prabowo mulai sering mengenakannya saat berpasangan dengan Megawati di Pilpres 2009. Karier Karier Militer Komandan Peleton Para Komando Group-1 Kopassandha (1976) Karier Militer Komandan Kompi Para Komando Group-1 Kopassandha (1997) Karier Militer Wakil Komandan Detasemen–81 Kopassus (1983) Karier Militer Wakil Komandan Batalyon Infanteri Lintas Udara 328 Kostrad (1985) Karier Militer Komandan Batalyon Infanteri Lintas Udara 328 Kostrad (1987) Karier Militer Kepala Staf Brigade Infanteri Lintas Udara 17/Kujang I/Kostrad (1991) Karier Militer Komandan Group-3/Pusat Pendidikan Pasukan Khusus (1993) Karier Militer Komandan Jenderal Komando Pasukan Khusus (1996) Karier Militer Panglima Komando Cadangan Strategi TNI Angkatan Darat (1998) Karier Militer Komandan Sekolah Staf Dan Komando ABRI (1998) Karier Kerja Komisaris Perusahaan Migas Karazanbasmunai (0) Karier Kerja Presiden Dan Ceo PT Tidar Kerinci Agung (Perusahaan Produksi Minyak Kelapa Sawit), Jakarta, Indonesia (0) Karier Kerja Presiden Dan Ceo PT Nusantara Energy (Migas, Pertambangan, Pertanian, Kehutanan Dan Pulp) Jakarta, Indonesia (0) Karier Kerja Presiden Dan Ceo PT Jaladri Nusantara (Perusahaan Perikanan) Jakarta, Indonesia (0) Karier Politik Pendiri Partai Gerakan Indonesia Raya (GERINDRA) (0) Karier Politik Partai Golkar (2004) Organisasi Ketua umum HKTI periode 2004-2009 Anggota marga Lumban Tobing (difasilitasi oleh Persatuan Punguan Siraja Lumban Tobing (PPSLB) dan berlangsung di Danau Toba Convention Center, Medan) Keanggotaan Dalam Organisasi Politik Dewan Penasihat Organisasi Kosgoro Keanggotaan Dalam Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Ketua Yayasan Pendidikan Kebangsaan (Universitas Kebangsaan) Ketua Majelis Perhimpunan Keluarga Mahasiswa Dan Alumni Supersemar Pendiri Koperasi Swadesi Indonesia (Ksi) Dengan 14 Cabang Di 4 Provinsi di Indonesia Ketua Yayasan 25 Januari Ketua Umum PB Ikatan Pencaksilat Seluruh Indonesia (IPSI)  PENGHARGAAN Bintang Kartika Eka Paksi Nararya Satya Lencana Kesetiaan XVI Tahun Satya Lencana Seroja Ulangan–III Satya Lencana Raksaka Dharma Satya Lencana Dwija Sistha Satya Lencana Wira Karya The First Class The Padin Medal Ops Honor dari Pemerintah Kamboja Bintang Yudha Dharma Nararya Sumber, id.wikipedia.org         webmuhammadiyah.blogspot.com         donnymontang.blogspot.com         news.detik.com         profil.merdeka.com         farisyuda.blogspot.com

Saturday, February 25, 2012
Kevin Samara

Napoleon Bonaparte

Napoleone Di Buonaparte atau yang dikenal sebagai Napoleon Bonaparte (1769-1821) mungkin merupakan sosok yang selalu menimbulkan kontroversi bagi banyak orang. Mereka yang hidup pada jaman itu ataupun setelahnya hampir selalu menghadapi dilemma dalam menilainya: apakah ia seorang yang bengis dan bar-bar yang suka membunuh orang ataukah seorang pemimpin yang selalu mendapat simpati dari pengikutnya? Ia dikabarkan selalu memberi racun tentaranya yang terluka setiap usainya peperangan. Apakah itu disebabkan ia tak peduli kepada mereka atau justru karena ia tak tega melihat mereka menderita dan tak ingin melihat mereka menderita? Konon ia juga selalu membawa bekal sedikit di setiap peperangan dari yang semestinya diperlukan pasukannya. Apakah itu karena ia kejam dan tak punya belas kasih atau justru karena ia seorang yang realistis? Ia mungkin saja berpikir bahwa akan banyak tentara yang mati dalam peperangan sehingga jumlah pasukan berkurang. Mungkin kita akan menemukan jawabannya jika mengetahui lebih banyak tentang dirinya.

Kehidupan
Napoleon lahir tahun 1769 di pulau Corsica, yang saat itu berada di bawah kekuasaan Perancis. Ia tumbuh semasa Revolusi Perancis ketika paham Liberty, Equality dan Fraternity tengah didengungkan ke seantero Perancis. Ia dikirim ke sekolah militer Perancis dan pada tahun 1789 menjadi staf muda Artileri. Ia dikenal sebagai seorang pemimpin pasukan yang kompeten sejak muda dan telah dipercaya sebagai komandan artileri di Itali tahun 1794. Ketika ia kembali ke Paris pada tahun berikutnya, ia kembali dipercaya sebagai komandan angkatan perang Perancis. Saat itu perlawanan rakyat kepada pemerintahan semakin meningkat, dan semakin berpengaruh, dan Napoleon mengambil peran aktif dalam aksi militer yang akhirnya mengakhiri gerakan revolusi. Pada tahun 1796, Napoleon menikahi Josephine de Beauharnais. Seorang janda mantan istri Jenderal Alexandre de Beauharnais yang tewas dalam perang Itali tahun 1794. Hubungan dan pengaruh yang dimiliki Josephine dengan pihak-pihak pemerintahan agaknya banyak membantu Napoleon menjadi komandan angkatan perang Perancis, sewaktu menyerang Itali tahun 1796.

Napoleon mulai menyusun rencana untuk menginvasi Italia diawali dengan menaklukan kota Piedmont di utara Itali. Lalu ia menaklukan kota Nicea dan Savoy. Kemudian menundukkan Milan dan mengalahkan pasukan Austria. Tahun 1797, Perancis telah menaklukan hamper seluruh Itali utara. Dari Itali Napoleon kemudian menuju Vienna dan memaksa Austria menyerah. Sebuah perjanjian antara Austria dan Perancis ditanda-tangani, dimana Perancis diberi hak untuk menguasai pulau Ionian, sebagai imbalannya, Venesia diserahkan kepada Austria.

Ketika Napoleon kembali ke Perancis, ditemuinya pemerintahan tengah mengalami kesulitan. Namun ketika dimintai bantuannya, Napoleon justru mengorganisir kudeta, dan mengakhiri krisis politik yang tengah berkecamuk. Bagaimanapun, popularitas Napoleon sebagai seorang Jenderal besar mengkhawatirkan orang-orang pemerintahan. Mereka menginginkan ia keluar dari wilayah Perancis. Karena itu ia mendapat perintah untuk menginvasi Inggris. Maka Napoleon memutuskan untuk menyerang Inggris dimulai dari wilayah Mediterania dan berlabuh di Alexandria tahun 1798. Angkatan Laut Inggris, yang dikomandani oleh Horatio Nelson, mengalahkan pasukan Perancis pada pertempuran di wilayah Nile. Napoleon terpaksa meninggalkan pasukannya dan menyelamatkan diri kembali ke Perancis. Akhirnya pasukannya menyerah kepada Inggris dan Turki tahun 1801. Itulah kekalahan besar pertama bagi Perancis.

Ketika Napoleon kembali ke Perancis tahun 1799, negeri itu ternyata mengalami banyak peperangan. Rakyat merasa kecewa, pihak pemerintahan dirasakan tidak memuaskan rakyat. Napoleon mengumpulkan para pendukung setianya kemudian mengganti seluruh pihak pemerintahan. Dengan penggantian ini maka dimulailah era baru. Disusunlah Undang-Undang baru, yang memberi kekuasaan kepada tiga orang Konsul. Sebagai militer yang menonjol dan Konsul Pertama, Napoleon praktis menjadi penguasa Perancis yang sesungguhnya. Beberapa tahun kemudian, ia naik menuju puncak kekuasaan. Pada tahun 1802, ia terpilih, sebagai Konsul seumur hidup. Tahun 1804, ia pun menjadi Kaisar. Rakyat Perancis telah bosan mengalami begitu banyak kesulitan dan Undang-Undang yang selalu dibongkar-pasang. Mereka akhirnya menerima Napoleon sebagai diktator sebagaimana ia pun tampaknya siap memberikan mereka Undang-undang dan Peraturan yang paling sesuai yang dibutuhkan.

Sejak awal sebagai Konsul, Napoleon telah membuat banyak perubahan-perubahan penting. Dari itu semua, menyusun Undang-Undang Perancis merupakan hal yang paling utama. Napoleon memahami hal itu demi untuk menciptakan kedamaian dan kesatuan bagi Perancis, persoalan keagamaan juga harus segera ditetapkan. Pemikirannya tentang agama semata-mata adalah demi kepentingan politiknya. Ia membutuhkan dukungan dari kalangan rakyat kebanyakan, yang pada umumnya adalah penganut Katolik Roma, meskipun pada masa revolusi awal pemerintah pernah mencoba menghapus Katolik. Napoleon berpendapat bahwa ia harus membuat perjanjian dengan Paus, dan pada tahun 1801 ia memprakarsai perubahan ini. Paus Pius menyetujui beberapa ketentuan pemerintah dibidang keagamaan – bahwa pengangkatan bishops harus ditentukan oleh Napoleon, dan pendeta gereja wilayah ditunjuk oleh bishop.

Tahun 1804, Napoleon mengundang Paus untuk memasangkan mahkota dalam acara penobatanya sebagai Kaisar di Katedral Notre Dame di Paris. Namun ternyata akhirnya ia memutuskan untuk mengenakan mahkota sendiri pada saat acara dilaksanakan dengan alasan menurutnya di dunia ini tak seorangpun yang layak untuk memasangkan mahkota baginya. Napoleon juga berniat menjadi penguasa Itali. Ketika Paus menentang rencana Napoleon, ia mengambil alih wilayah kekuasaan Kepausan kepada Kekaisaran Perancis dan menahan Paus sebagai tawanan Perancis. Ia menawannya selama lima tahun.

Bagi Napoleon, pendidikan yang paling mendesak adalah melatih para petugas pemerintahan, khususnya angkatan perang. Ia merencanakan suatu sistim pendidikan yang terbagi dalam empat jenjang. Ia tidak lagi menyerahkan masalah pendidikan kepada pihak gereja sebagaimana dilakukan dalam sistim sebelum masa Revolusi. Meskipun rencana sistim pendidikan ala Napoleon tidak sempat dilaksanakan, pada tahun 1813, sistim pendidikan lanjutan Perancis merupakan yang terbaik di Europa.

Napoleon sekali lagi mesti berurusan dengan peperangan. Inggris tidak menaruh percaya kepadanya. Kenyataan bahwa Perancis berencana untuk menguasai Belanda sempat mengkhawatirkan Inggris. Maka pada tahun 1805, Inggris membentuk koalisi untuk melawan Perancis. Koalisi ini terdiri dari Russia, Sweden, Kerajaan Naples dan Austria. Kemarahannya yang timbul ketika ia diserang oleh pers Inggris, menyebabkan Napoleon memutuskan untuk menginvasi Inggris. Tetapi pasukan Perancis malah dikalahkan Inggris dalam Pertempuran Trafalgar. Meski begitu, Napoleon tetap terus memerangi pasukan Austria dan Russia di wilayah Austerlitz. Ia kemudian menaklukan Prussia pada Pertempuran.Jena dan pada bulan berikutnya, June, ia menaklukan pasukan Russia di Pertempuran Friedland.

Untuk mengontrol seluruh Europe, Napoleon mengumpulkan seluruh keluarganya untuk mengatur negeri-negeri taklukannya. Saudara laki-lakinya Joseph menjadi raja di Naples, dan saudaranya yang lain, Louis menjadi raja Belanda. Saudara-tirinya jadi raja German, anak istrinya Josephine dari perkawinan sebelumnya menduduki Kerajaan Viceroy Itali. Tahun 1910, setelah menceraikan Josephine, Napoleon mengawini anak Kaisar Austrian, Marie Louise. Dengannya ia memperoleh anak yang memang sudah lama diidamkannya, yang dikemudian hari menjadi raja Roma.

Kesuksesan
Disaat kesuksesannya di berbagai medan pertempuran dan kesuksesan mengatur negaranya, kekuasaan Napoleon tampaknya mulai menunjukkan tanda-tanda menurun. Kekuatan militer Inggris tampaknya juga sedang bangkit, namun Napoleon.lengah tentang ini. Sebagian orang tampaknya tidak menyukai Wajib Militer. Pengabaiannya terhadap saudara-saudaranya yang menempati banyak pos-pos penting di pemerintahan serta kebangkitan nasionalisme di berbagai wilayah yang terpisah-pisah menyebabkan Perancis kehilangan kontrolnya untuk memerintah seluruh Europa.

Kekalahan
Di Russia, Czar Alexander juga tidak mempercayai Napoleon. Kedua penguasa ini masing-masing ingin melebarkan pengaruhnya di Europa Tengah dan Mediterania. Masing-masing saling mengkhawatirkan satu-sama-lainnya, dan Napoleon memutuskan untuk menyerang duluan. Pada bulan Juni 1812, Napoleon menyerang Russia. Pasukannya yang terdiri lebih dari 600,000 orang terdiri lebih banyak dari orang-orang non-Perancis ketimbang yang keturunan Perancis. Pasukan Rusia terus mendesak, memaksa pasukan Napoleon mengerahkan kekuatannya. Setelah pertempuran yang menguras energi di tepi sungai Moskva, Napoleon memasuki kota Moscow yang ternyata telah dikosongkan. Para Czar menolak menyerah kepadanya dan membakar kota tersebut. Seusai itu Napoleon juga dipaksa menghadapi rintangan yang lebih berat, yakni musim salju Rusia. Tak ada makanan yang ditemui bagi tentaranya dan kuda-kudanya dan banyak tentaranya yang meninggalkan pertempuran. Pasukan Napoleon akhirnya kalah dan ia kembali sendirian ke Paris.

Kekalahan Napoleon di Russia demikian berarti dan membuat musuh-musuhnya bersatu untuk menaklukan Perancis. Ia menyusun pasukannya kembali dan menyerang Germany. Namun pasukan koalisi ternyata lebih kuat dan setelah sempat menang di kota Dresden, Napoleon kalah dalam pertempuran di Leipzig. Namun ia terus melawan pasukan sekutu mempertahankan setiap inchi wilayah Perancis. Hingga akhirnya kalah pada tahun 1814 dan diasingkan ke pulau Elba.

Tutup Usia
Sepuluh bulan kemudian, Napoleon melarikan diri ke Perancis dan disambut kembali oleh rakyatnya. Ia kembali menyusun pasukan, dengan menggunakan para tawanan perang yang sudah pulang, kemudian menyerang Belgia. Setelah memperoleh beberapa kemenangan, Napoleon akhirnya dikalahkan di Waterloo pada tahun 1815 oleh gabungan pasukan Inggris dan Prusia. Kali ini ia diasingkan ke pulau St. Helena, di wilayah Atlantik. Disanalah ia menulis kisah hidupnya. Napoleon meninggal tahun 1821. Menurut bukti-bukti penemuan, kabarnya ia mati diracuni oleh pengawalnya.

Napoleon Bonaparte adalah pimpinan militer yang tangguh. Ia menyatukan Perancis. Rakyat Perancis mengenalnya sebagai penguasa yang berhasil sepanjang sejarah bangsa Perancis. Ia selalu menghentikan setiap usaha mereka yang ingin kembali kepada orde lama, dan pada saat yang sama, ia tidak menginginkan pemerintahan yang tidak terorganisir dengan baik. Gaya kepemimpinan Napoleonic yang dianut kalangan pemerintahan dari golongan kelas-menengah banyak ditiru oleh negara Eropa lainnya. Hingga hari ini, model Pertahanan, Administrasi, Pendidikan, dan Hukum di Perancis tetap menjalankan model yang telah dibangun oleh Napoleon.
Napoleon Bonaparte
  • Blogger Comments
  • Facebook Comments
jalan menuju keberhasilan
Top