Latest News

Friday, March 28, 2014

Hary Tanoesoedibjo - Raja Multimedia Indonesia

Bambang Hary Iswanto Tanoesoedibjo atau yang sering dikenal dengan nama Hary Tanoesoedibjo, lahir di Surabaya, 26 September 1965 dari seorang ayah Muslim bernama Ahmad Tanoesoedibjo. Hary merupakan anak bungsu dari tiga bersaudara. Masa kecil Hary dihabiskan di Surabaya. Setelah sempat bersekolah di SMAK St. Louis Surabaya, Hary memutuskan untuk memulai pendidikannya di perguruan tinggi untuk mencapai gelar Bachelor of Commerce (Honours) dari Carleton University, Ottawa, Kanada pada tahun 1988. Hanya dalam satu tahun, Harry mendapat gelar Master of Business Administration dari Ottawa University, Ottawa, Kanada.

Pada tahun 1986, Hary menikah dengan Liliana Tanaja, dan memiliki lima orang anak yaitu Angela Herliani Tanoesoedibjo, Valencia Herliani Tanoesoedibjo, Jessica Herliani Tanoesoedibjo, Clarissa Herliani Tanoesoedibjo, dan Warren Haryputra Tanoesoedibjo.

Hary Tanoesoedibjo adalah pendiri, pemegang saham, dan Presiden Eksekutif Grup PT. Bhakti Investama Tbk sejak tahun 1989. Bhakti Investama bergerak dalam bisnis manajemen investasi, yang membeli kepemilikan berbagai perusahaan, membenahinya, dan kemudian menjualnya kembali. Perusahaan tersebut terdaftar dalam bursa efek sebagai perusahaan terbuka, dan seiring dengan waktu berkembang semakin besar.

Di masa krisis ekonomi Indonesia pasca tumbangnya Orde Baru, Hary melalui perusahaannya banyak melakukan merger dan akuisisi. Pada tahun 2000, Bhakti Investama mengambil alih sebagian saham PT Bimantara Citra Tbk, dan kemudian diubah namanya menjadi PT. Global Mediacom Tbk ketika mayoritas saham sudah dimilikinya. Ketika itu kepemilikan PT Bimantara Citra Tbk adalah milik Bambang Trihatmojo yaitu anak dari mantan presiden Soeharto, dimana bidang usahanya adalah stasiun televisi RCTI.

Dari situlah minatnya di bisnis media semakin menjadi. Ia kemudian mengukuhkan tekad menjadi pemenang dalam persaingan bisnis media di Indonesia. Harry Tanoe memmang dikenal piawai dalam menata ulang perusahaan yang sudah morat-marit dan hampir bangkrut. Termasuk yang saat itu dialami oleh Bimantara Citra Tbk.

Sejak pengambil-alihan tersebut, Hary terjun dalam bisnis media penyiaran dan telekomunikasi. Hary kemudian menjadi Presiden Direktur Global Mediacom sejak tahun 2002, setelah sebelumnya menjabat sebagai Wakil Presiden Komisaris perusahaan tersebut. Selain itu, ia juga menjabat sebagai Presiden Direktur PT. Media Nusantara Citra Tbk. (MNC) dan PT. Rajawali Citra Televisi Indonesia (RCTI) sejak tahun 2003, serta sebagai Komisaris PT. Mobile-8 Telecom Tbk., Indovision dan perusahaan-perusahaan lainnya di bawah bendera grup perusahaan Global Mediacom dan Bhakti Investama. Selain tiga stasiun TV swasta, yaitu RCTI, MNCTV, dan Global TV, grup medianya juga mencakup stasiun radio Trijaya FM dan media cetak Harian Seputar Indonesia, majalah ekonomi dan bisnis Trust, tabloid remaja Genie.

Dengan begitu menjadikan Hary sebagai pengusaha sukses asal Indonesia dengan julukan Raja Multimedia Indonesia dan termasuk dalam deretan orang terkaya asal Indonesia menurut majalah Forbes. Pada 2011, Forbes merilis daftar orang terkaya di Indonesia, Harry menduduki peringkat ke-22 dengan total kekayaan US$ 1,19 miliar.

"Saya dari dulu ingin jadi enterpreneurship, dan untuk menjadi tujuan itu, saya terus fokus dan dislipin, anda juga pasti bisa melakukan itu,"

Di bawah naungan PT Media Nusantara Citra (MNC), tak sampai lima tahun, Hary kemudian berhasil menguasai saham mayoritas di stasiun TV tersebut. Saham MNC sendiri 99,9% dimiliki oleh Bimantara Citra. Sejak memiliki Bimantara, Hary kian agresif di bidang media. Ditambah lagi, Hary mempunyai kemampuan menentukan perusahaan-perusahaan media mana yang berpotensi untuk berkembang. Selain itu, banyak orang mengakui, kunci sukses Hary terletak pada kemampuannya menata kembali perusahaan yang sudah kusut alias bermasalah. Ini terbukti ketika pria yang kabarnya pernah tidak naik kelas di masa SMA ini membenahi Bimantara yang terbelit utang. Sebelumnya, Bimantara juga memiliki stasiun radio Trijaya FM.

Karirnya tidak hanya berhenti sampai disitu, dia bahkan menjabat sebagai Bendahara Komite Olahraga Nasional Indonesia atau yang disingkat dengan KONI. Beliau melakoni semua itu dengan kemampuannya yang sangat besar. Hary memang terkenal giat dan terampil. Selain itu kecerdasannya mampu membawanya menjadi jajaran orang penting di Indonesia. Kemampuan manajemen nya yang bagus membuatnya mampu menjalankan perannya di berbagai perusahaan yang dia miliki sehingga semua perusahaan tersebut dapat berjalan dengan baik dan terorganisir.

Dalam bidang politik, Hary Tanoesoedibjo masuk ke dunia politik sejak awal bulan Oktober 2011, yang kemudian ia secara resmi bergabung dengan Partai NasDem, mesin politik besutan mantan politisi senior partai Golkar, Surya Paloh, pemilik Metro TV, pada tanggal 9 Oktober 2011. Namun karena merasa tak sejalan dengan pola pemikirannya akhirnya Harry mengundurkan diri.

Hary kemudian membentuk perkumpulan yang disebut Persatuan Indonesia (Perindo). Perindo berisikan anggota Partai Nasdem yang memutuskan keluar karena tidak sejalan dengan rencana Surya Paloh yang akan diangkat menjadi Ketua Umum.

Pada bulan Juni 2012, Hary Tanoesoedibjo diperiksa oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sehubungan dengan kasus korupsi Tommy Hindratno, pejabat pajak di Kantor Pajak Sidoarjo, dan James Gunarjo, yang diyakini terhubung dengan PT. Bhakti Investama Tbk., perusahaan milik Hary Tanoesoedibjo.  KPK menggerebek kantor Bhakti Investama di Menara MNC di Jakarta Pusat dan PT. Agis yang terletak di gedung yang sama. Bhakti Investama pernah memiliki saham di PT. Agis sampai tahun 2006, namun Hary menyangkal keterlibatan dirinya maupun Bhakti Investama dalam kasus tersebut

Pada tanggal 12 Desember 2012 (12-12-12), Hary Tanoesoedibjo menikahkan putri pertamanya Angela dengan Michael Dharmajaya. Prosesi pemberkatan pernikahan dilangsungkan di Bali, sedangkan pesta resepsi pernikahan di lakukan di Jakarta. Pesta pernikahan Angela dan Michael berlangsung luar biasa megah. Rona bahagia tergambar jelas di wajah Hary dan istri saat itu, begitu pula sanak keluarganya. Dalam liputan The Wedding Angela dan Michael yang ditayangkan di MNC Lifestyle pun Hary dan Liliana tak lupa memberikan nasehat-nasehat kepada putri tercinta mereka. Pada intinya Hary dan Liliana berpesan agar Angela dapat menjadi istri yang baik bagi suaminya.

Resepsi pernikahan Angela-Michael bisa jadi merupakan pernikahan termegah yang dihelat pada 2012. Bagaimana tidak, selain dihadiri ribuan tamu undangan, resepsi tersebut juga diramaikan oleh musisi legendaris David Foster yang datang ke Jakarta khusus untuk memberikan kado terindah kepada pasangan yang tengah berbahagia tersebut. David Foster tidak sendirian. Khusus untuk meramaikan resepsi tersebut, dia juga mengajak anggota Pussycat Dolls Nicole Scherzinger,David Cook, dan Ruben Studdard. Hary Tanoesoedibjo turut memberikan kejutan untuk putri tercinta dan sang menantu.

Pada tanggal 2 September 2013, putri pertamanya Angela Herliani Tanoesoedibjo melahirkan seorang bayi laki-laki tampan yang diberi nama Theodore Maximilian Dharmajaya. Tentu kelahiran baby Theodore disambut suka cita di kedua pihak keluarga, baik di keluarga Tanoesoedibjo maupun dalam keluarga Dharmajaya karena itulah cucu pertama mereka.

Pada 2013, Harry kemudian melabuhkan plihan politiknya di partai Hanura besutan Wiranto. Harry memilih partai Hanura karena Wiranto telah memiliki pengalaman dan berjiwa kepemimpinan dari pengalamannya memimpin TNI selama 35 tahun. Di Hanura, Harry menjabat sebagai Ketua Dewan Pertimbangan Hanura.

Pada bulan Juli 2013 lalu, pasangan Wiranto-Harry mengumumkan menjadi pasangann capres dan cawapres 2014 dengan slogan “Pasti Maju Indonesia”. Menurut pasangan ini, modal besar dalam mencalonkan diri adalah kepemimpinan Wiranto yang telah terasah selama 35 tahun sebagai pemimpin TNI dan kesuksesan Harry dalam bisnis dianggap bisa memahami dan menyelesaikan persoalan ekonomi nasional. Setelah diskusi dengan Wiranto, dia mengaku punya visi dan misi yang sama membangun Indonesia sesuai potensi untuk membangun Indonesia. Untuk mengabdi kepada rakyat Indonesia agar dapat berubah menjadi lebih baik.
Sementara itu menurut Saleh Husin, Sekjen Hanura, Hary dipilih karena dia mempunyai citra yang bagus, tidak hanya di Indonesia tetapi juga di dunia.

Pada November 2013, Hary Tanoesoedibyo, semakin kaya. Forbes merilis pundi-pundi kekayaan Hary sebesar US$ 1,35 miliar (sekitar Rp 15 triliun). Nilai tersebut meningkat sekitar Rp 3 triliun dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2012. Kendati demikian, kekayaan Hary pada November turun sekitar Rp 4 triliun dibandingkan dengan Maret 2013. Namun, dalam daftar 50 orang terkaya di Indonesia, peringkat
Hary naik ke posisi 22. Pada tahun sebelumnya dia hanya menempati posisi 29.

Dari berbagai perusahaan yang beliau miliki beliau berhasil menjadi milioner yang layak diperhitungkan dan dipandang oleh kalangan pebisnis lain. Untuk itulah beliau sering dihadirkan sebagai pembicara untuk berbagai seminar untuk menyalurkan kemampuannya kepada pebisnis Indonesia yang lain. Dalam pencapaian kesuksesannya, dia memiliki empat kunci. Yakni, fokus dengan tujuan, berdoa, membangun karakter yang baik, dan disiplin untuk komitmen. 

 Sumber, kolombiografi.com
               biografi-orang-sukses-dunia.blogspot.com
               id.wikipedia.org
               profil.merdeka.com
               tempo.co
              politik.kompasiana.com
             
Hary Tanoesoedibjo - Raja Multimedia Indonesia
  • Blogger Comments
  • Facebook Comments
jalan menuju keberhasilan
Top