Latest News

Friday, December 6, 2013

Nelson Mandela - Raksasa Untuk Keadilan

Nelson Rolihlahla Mandela atau yang paling akrab disapa Nelson Mandela atau Madiba lahir di Mvezo, Umtatu, Afrika Selatan, pada tanggal 18 Juli 1918. Ia adalah dan politisi Afrika Selatan yang menjabat sebagai Presiden Afrika Selatan sejak 1994 sampai 1999 sekaligus sebagai Presiden kulit hitam pertama di Afrika Selatan yang terpilih melalui keterwakilan penuh, dalam sebuah pemilu multiras. Ia juga adalah seorang revolusioner anti-apartheid yang memperjuangkan politik anti perbedaan perlakuan atas dasar ras atau politik Apartheid. Pemerintahannya berfokus pada penghapusan pengaruh apartheid dengan memberantas rasisme, kemiskinan dan kesenjangan, dan mendorong rekonsiliasi rasial.

Memang, peraih Nobel Perdamaian 1993 bernama lengkap itu Nelson Rolihlahla Mandela memiliki banyak nama dan julukan. Nama-nama itu punya arti dan sejarah sendiri. Nama Nelson misalnya, bukanlah nama kelahirannya. Nama Nelson diberikan oleh gurunya semasa ia bersekolah. Sampai akhir hayatnya, Mandela tidak pernah tahu mengapa diberi nama itu.

Sebab, di Afrika Selatan orang Inggris kesulitan mengucapkan nama Afrika. Karena itu mereka selalu memberi nama Inggris kepada warga pribumi. Pada hari pertama sekolah, gurunya yang bernama Miss Mdingane, memberikan nama Inggris kepada setiap murid. Mandela diberi nama Nelson olehnya. Sampai akhir hayatnya, Mandela tidak pernah tahu mengapa diberi nama itu.

"Tak satupun di keluargaku yang pernah bersekolah [...] Pada hari pertama sekolah, guruku, Miss Mdingane, memberikan nama Inggris kepada setiap murid. Ini adalah kebiasaan orang Afrika waktu itu dan tentunya dikarenakan pengaruh Britania pada pendidikan kami. Hari itu, Miss Mdingane memberitahuku bahwa nama baruku adalah Nelson. Aku tidak tahu mengapa ia memilih nama itu."

Terlahir dari keluarga kerajaan Thembu dan bersuku Xhosa, Mandela memilikinama depan Rolihlahla, istilah Xhoa yang berarti "pembuat masalah", ia nantinya justru lebih dikenal dengan nama klannya, Madiba yang merupakan nama kehormatannya. Salah satu kakak Nelson Mandela bernama Mandela yang menjadi sumber nama Nelson Mandela. Ayahnya bernama Gadla Henry Mphakanyiswa  merupakan kepala suku setempat dan anggota dewan kerajaan; ia dilantik tahun 1915 setelah pendahulunya dituduh korupsi oleh hakim kulit putih yang berkuasa waktu itu.

Pada tahun 1926, Gadla juga dituduh melakukan korupsi dan Mandela kelak diberitahu bahwa ayahnya dipecat karena bersikukuh menolak permintaan hakim yang tidak masuk akal.Sebagai penyembah dewa Qamata,Gadla adalah seorang poligamis yang memiliki empat istri, empat putra, dan sembilan putri, yang tinggal di beberapa desa. Ibu Mandela, Nosekeni Fanny, adalah istri ketiga Gadla yang merupakan putri Nkedama dari Dinasti Tangan Kanan dan anggota klan amaMpemvu.

Ibunya membawa Mandela ke istana "Great Place" di Mqhekezweni, lalu dipercayakan untuk asuhan bupati Thembu, Kepala Suku Jongintaba Dalindyebo. Meski ia tidak akan melihat ibunya lagi selama sekian tahun, Mandela merasa bahwa Jongintaba dan istrinya Noengland memperlakukannya seperti anak sendiri, membesarkannya bersama putra-putri mereka, Justice dan Nomafu.

Karena Mandela sering menghadiri misa setiap Minggu bersama orang tua asuhnya, Kristen menjadi bagian utama hidupnya. Ia mengenyam pendidikan di sekolah misi Methodis dekat istana tersebut. Di sana ia belajar bahasa Inggris, Xhosa, sejarah, dan geografi. Ia mulai tertarik dengan sejarah Afrika, mendengarkan cerita-cerita yang diujarkan para pengunjung istana yang tua, dan terpengaruh retorika anti-imperialis Kepala Suku Joyi. Waktu itu, ia tetap saja menganggap kolonialis Eropa sebagai penolong, bukan penindas. Ia merupakan yang pertama dari keluarganya yang mengikuti sekolah.

Pada usia 16 tahun tepatnya tahun 1934,  ia, Justice, dan teman-temannya berangkat ke Tyhalarha untuk menjalani ritual sunat yang secara simbolis menandakan mereka sudah dewasa. Seusai ritual, Mandela diberi nama "Dalibunga". Pada tahun yang sama, Mandela bersekolah di Clarkebury Boarding Institute untuk mempelajari kebudayaan barat. Maka setelah menyelesaikan pendidikan dasar, pada tahun 1934, Mandela mengambil program B.A di Universitas Fort Hare dan mengambil ilmu hukum di University of The Witswatersrand. Karena menentang kebijakan universitas, akhirnya Mandela diminta keluar dari universitas Fort Hare yang kemudian melanjutkan studinya di Universitas South Africa.

Setelah membantu mendirikan House Committee untuk mahasiswa tahun pertama yang melawan dominasi mahasiswa tahun kedua, di akhir tahun pertamanya ia terlibat aksi boikot Students' Representative Council (SRC) terhadap kualitas makanan, sehingga ia diskors sementara dari universitas, sehingga pada tahun 1940, ia meninggalkan kuliahnya tanpa gelar.

Sepulangnya ke Mqhekezweni bulan Desember 1940, Mandela mengetahui bahwa Jongintaba telah mengatur dua pernikahan untuk Mandela dan Justice; karena tidak senang, mereka pergi ke Johannesburg melalui Queenstown dan tiba bulan April 1941. Pada tahun 1942 ia bergabung dengan the African National Congress, karena aktivitas politiknya ini, ia terkena tahanan kota dan menyelesaikan pendidikannya melalui surat atau korespondensi.

Pada tahun 1943, saat belajar hukum di University of Witwatersrand, Mandela adalah satu-satunya orang pribumi Afrika di fakultas tersebut, dan meski menghadapi rasisme ia berteman dengan sejumlah mahasiswa Eropa, Yahudi, dan India liberal dan komunis, termasuk Joe Slovo, Harry Schwarz, dan Ruth First. Lalu, Mandela bertemu Anton Lembede, seorang nasionalis Afrika yang sangat menentang front ras bersatu terhadap kolonialisme dan imperialisme atau aliansi dengan kaum komunis.

Meski berteman dengan orang non-kulit hitam dan komunis, Mandela mendukung pandangan Lembede, percaya bahwa orang Afrika kulit hitam harus terbebas sepenuhnya dalam perjuangan mendapatkan penentuan nasib sendiri secara politik.

Merasa perlunya sayap pemuda untuk memobilisasi penduduk Afrika secara besar-besaran dalam penentangan penindasan mereka, Mandela ikut dalam delegasi yang memberitahu Presiden ANC Alfred Bitini Xuma soal rencana tersebut dirumahnya di Sophiatown; African National Congress Youth League (ANCYL) didirikan pada Minggu Paskah 1944 di Bantu Men's Social Centre di Eloff Street; Lembede menjadi Presiden dan Mandela menjadi anggota komite eksekutif.

Di rumah Sisulu, Mandela bertemu Evelyn Mase, seorang aktivis ANC dan perawat dari Engcobo, Transkei. Menikah tanggal 5 Oktober 1944, setelah awalnya tinggal bersama kerabat Evelyn, mereka menyewa Rumah no. 8115 di Orlando pada awal 1946. Dari pernikahan ini, mereka menghasilkan sepasang anak bernama Madiba "Thembi" Thembekile, lahir bulan Februari 1946, dan seorang putri bernama Makaziwe lahir tahun 1947 namun meninggal 9 bulan kemudian akibat meningitis.

Pada bulan Juli 1947, Lembede Presiden ANCYL meninggal dunia dan digantikan oleh Peter Mda yang lebih moderat dan sepakat bekerja sama dengan kaum komunis dan non-kulit hitam. Akhirnya, Mda menunjuk Mandela sebagai sekretaris ANCYL.

Pada tahun 1947, Mandela terpilih masuk komite eksekutif ANC Transvaal di bawah presiden regional C.S. Ramohanoe. Ketika Ramohanoe bertindak melawan keinginan Komite Eksekutif Transvaal dengan bekerja sama dengan orang India dan komunis, Mandela termasuk salah satu yang memaksanya mengundurkan diri.

Semakin meningkat pengaruhnya di ANC, Mandela dan kader-kadernya mulai menyerukan aksi langsung terhadap apartheid, seperti boikot dan mogok, yang dipengaruhi oleh taktik masyarakat India Afrika Selatan. Mandela kelak berkata bahwa "Kami sekarang telah memandu ANC ke jalur yang lebih radikal dan revolusioner." Karena meluangkan waktunya untuk politik, Mandela gagal di tahun terakhirnya sebanyak tiga kali di Witwatersrand; gelarnya akhirnya ditahan permanen pada Desember 1949.

Pada tahun 1950, Mandela terpilih sebagai presiden nasional ANCYL; di konferensi nasional ANC Desember 1951, ia terus menentang front ras bersatu, sayangnya ia kalah jumlah suara. Sejak itu, ia mengubah seluruh sudut pandangnya dan beralih ke pandangan tadi; dipengaruhi teman-temannya seperti Moses Kotane dan dukungan Uni Soviet terhadap perang pembebasan nasional. Ketidakpercayaan Mandela terhadap komunisme juga patah. Ia terpengaruh tulisan-tulisan Karl Marx, Friedrich Engels, Vladimir Lenin, Joseph Stalin, dan Mao Zedong, dan menganut materialisme dialektik.

Tanggal 30 Juli 1952, Mandela ditangkap di bawah UU Pemberantasan Komunisme dan diadili sebagai bagian dari 21 orang terdakwa—termasuk Moroka, Sisulu, dan Dadoo—di Johannesburg. Dinyatakan bersalah karena "komunisme menurut undang-undang", hukuman kerja paksa mereka selama sembilan bulan diperpanjang menjadi dua tahun.

Pada bulan September 1953, Mandela mencetuskan Rencana Mandela (Mandela Plan) atau M-Plan ini terdiri dari pembelahan organisasi menjadi struktur sel dengan kepemimpinan yang lebih tersentralisasi.

Pada Agustus 1953, Mandela dan Oliver Tambo membuka firma hukumnya sendiri, Mandela and Tambo, yang beroperasi di pusat kota Johannesburg. Sebagai satu-satunya firma hukum milik orang Afrika di negara itu, firma ini populer di kalangan orang kulit hitam yang merasa dirugikan dan sering menangani kasus kebrutalan polisi. Dalam gerakan anti Apartheid yang diwujudkan dalam pembukaan firma hukum ini, Mandela banyak mendapat dukungan dari istrinya Winnie Madikizela-Mandela. Karena dukungan ini pula, Winnie sering menjadi korban.

Juga karena aktivitas politiknya ini, Mandela diputus oleh pengadilan dilarang mengikuti segala macam bentuk pertemuan politik dan dikenakan tahanan kota selama 6 bulan. Praktek hukumnya pun tidak luput dari perlakuan politik Apartheid. Pemerintah setempat menuntut Mandela agar memindahkan tempat prakteknya dari pusat kota ke bagian pinggiran kota. Dengan begitu, kliennya tidak bisa datang ke kantornya. Ketika itu, Nelson mengatakan, itu sama saja dengan meminta mereka untuk menghentikan prakteknya, menghentikan pelayanan hukum kepada orang-orangnya. Akibatnya, pengguna jasa mereka menyusut. Maka Mandela pun bertekad untuk menentang aturan hukum ini.

Pada Februari 1955, Mandela berpendapat bahwa ANC "tidak punya alternatif terhadap pemberontakan bersenjata dan keras" setelah terlibat dalam unjuk rasa yang gagal mencegah penggusuran kota pinggiran berpenduduk kulit hitam Sophiatown, Johannesburg. Ia menyarankan Sisulu agar meminta persenjataan dari Republik Rakyat Cina, tetapi meski mendukung perjuangan anti-apartheid, pemerintah Cina percaya gerakan ini tidak cukup siap untuk perang gerilya.

Dengan keterlibatan South African Indian Congress, Coloured People's Congress, South African Congress of Trade Unions dan Congress of Democrats, ANC berencana mengadakan Kongres Rakyat, meminta semua warga Afrika Selatan mengirimkan proposal untuk zaman pasca-apartheid sehingga menghasilkan rancangan Piagam Kebebasan yang dirancang oleh Rusty Bernstein yang isinya meminta pembentukan negara demokratis non-rasialis disertai nasionalisasi industri besar. Saat piagam ini diadopsi pada konferensi Juni 1955 di Kliptown yang dihadiri 3000 delegasi, polisi membubarkan acara, namun ini tetap menjadi bagian utama ideologi Mandela.

Pada Maret 1956, ia dijatuhkan larangan tampil di hadapan publik untuk ketiga kalinya, melarangnya masuk Johannesburg selama lima tahun, tetapi sering ia langgar. Pernikahannya selama 13 tahun berakhir setelah Evelyn meninggalkan Mandela, membawa anak-anak mereka ke rumah saudaranya. Saat memulai sidang cerai bulan Mei 1956, ia mengklaim Mandela menyiksanya secara fisik; ia menolak tuduhan-tuduhan tersebut dan berjuang mendapatkan hak asuh anak-anaknya.

Evelyn menarik petisi perceraiannya pada November, namun Mandela meminta cerai pada Januari 1958; perceraian ini akhirnya diputuskan bulan Maret yang hasilnya anak-anak berada di bawah asuhan Evelyn. Ia pun mulai mendekati seorang pekerja sosial, Winnie Madikizela. Winnie kelak terlibat dalam aktivitas ANC dan sempat dipenjara selama beberapa minggu.

Pada tanggal 5 Desember 1956, Mandela ditahan bersama sebagian besar eksekutif ANC karena "pengkhianatan tinggi" terhadap negara. Pada sidang di Penjara Johannesburg yang dipenuhi unjuk rasa massal, mereka menjalani pemeriksaan sementara di Drill Hall tanggal 19 Desember sebelum dibebaskan dengan jaminan. Pada Januari 1958, hakim Oswald Pirow ditunjuk untuk menangani kasus ini, dan pada Februari ia memutuskan bahwa ada "bukti yang cukup" supaya para terdakwa diadili di Mahkamah Agung Transvaal. Pada 14 Juni 1958 ia menikahi Winnie Madikizela di Bizana.

Pengadilan Pengkhianatan resmi dimulai di Pretoria bulan Agustus 1958 dan satu tuduhan dicabut, dan pada Oktober jaksa menarik dakwaannya dan mengirim rancangan baru pada November yang berpendapat bahwa pemimpin ANC melakukan pengkhianatan tinggi dengan menyerukan revolusi kekerasan, tuduhan yang ditolak mentah-mentah oleh terdakwa.

Pada 5 Agustus 1962, Mandela ditangkap dan dipenjarakan di Johannesburg Fort kemudian pada 25 Oktober 1962, ia dijatuhi hukuman 5 tahun penjara dan pada 12 Juni 1964, ia dan sekelompok aktivis lainnya dijatuhi hukuman penjara seumur hidup.

Ketika diadakan persidangan tahun 1964, meskipun dalam persidangannya Mandela telah mengajukan pembelaan bersejarah selama 4 jam, ia tetap dinyatakan bersalah karena pelanggaran undang-undang anti komunis dan diganjar hukuman seumur hidup.

“I have fought against white domination, and I have fought against black domination. I have cherished the ideal of democratic and free society in which all persons live together in harmony and with equal opportunities. It is an ideal which I hope to live for and to achieve. But if needs be, it is an ideal for which I am prepare to die”.

Mandela kembali ditahan pada februari 1985 karena menolak pembebasan bersyarat dan menghentikan perjuangan bersenjata. Meskipun Nelson Mandela di penjara, ia masih terus menjadi simbol perlawanan orang-orang kulit hitam, dan mengorganisir kampanye internasional menuntut pembebasannya. Sebaliknya, dalam 27 tahun di penjara Nelson Mandela berhasil membangkitkan dunia menentang politik Apartheid. Mandela berangsur-angsur menjadi simbol persamaan hak dan keadilan.

Ulang tahun Mandela ke-70 bulan Januari 1988 menarik perhatian internasional. BBC mengadakan konser musik Nelson Mandela 70th Birthday Tribute di Wembley Stadium, London. Meskipun dijadikan tokoh heroik di seluruh dunia, ia menghadapi masalah pribadi ketika para pemimpin ANC memberitahunya bahwa Winnie menjadi ketua geng penjahat, "Mandela United Football Club", yang bertanggung jawab atas penyiksaan dan pembunuhan lawan—termasuk anak-anak—di Soweto. Walau banyak orang memaksa Mandela menceraikannya, ia tetap setia sampai Winnie dinyatakan bersalah oleh pengadilan.

Kampanye internasional yang menuntut pembebasannya sehingga pada tahun 1990 , Nelson dibebaskan dari penjara pada usia 71 tahun atas perintah Presiden Frederik Willem de Klerk. Mandela kembali ke arena politik dengan membawa harapan perubahan mendasar bidang sosial politik di Afrika Selatan. Kecintaan Nelson Mandela pada batik berawal dari lawatan pertamanya pada Oktober 1990 ke Indonesia usai bebas dari penjara di Pulau Roben. Saat itu pemerintah Indonesia memberinya baju batik. Sejak mendapatkan hadiah batik dari Indonesia itu, Mandela terkesan dengan warna dan corak batik dan mulai mengenakannya sebagai simbol kedekatan Indonesia dan Afrika Selatan. Bahkan Mandela mengenakan batik dalam sejumlah kunjungan resmi kenegaraan.

Setelah keluar dari Victor Verster pada 11 Februari 1990, Mandela menggandeng tangan Winnie di hadapan kerumunan dan pers; acara ini disiarkan langsung di seluruh dunia. Di Balai Kota Cape Town, ia menyampaikan pidato yang menyatakan komitmennya terhadap perdamaian dan rekonsiliasi dengan kaum minoritas kulit putih, tetapi menegaskan bahwa pemberontakan bersenjata ANC belum berakhir dan akan terus berlanjut sebagai "aksi defensif murni terhadap kekejaman apartheid". Ia berharap pemerintah akan menyepakati negosiasi sehingga "pemberontakan bersenjata tidak diperlukan lagi" dan memaksa bahwa fokus utamanya adalah membawa perdamaian ke kalangan mayoritas kulit hitam dan memberi mereka hak suara di pemilu nasional dan lokal.

Pada Mei 1990, Mandela memimpin delegasi multirasial ANC dalam negosiasi pendahuluan dengan delegasi 11 pria Afrikaner pemerintah. Mandela membuat mereka terkesan dengan diskusinya seputar sejarah Afrikaner, dan negosiasi ini berujung pada Groot Schuur Minute, yaitu pemeirntah mencabut keadaan darurat.

Tanggal 13 April 1992, Mandela mengumumkan perpisahannya dengan Winnie, sedangkan ANC memaksa Winnie mengundurkan diri dari eksekutif nasional karena menyalahgunakan dana ANC; Mandela pindah ke pinggiran Johannesburg yang didominasi kulit putih, Houghton. Sebelumnya pada tahun 1991, Winnie dinyatakan bersalah dalah kasus penculikan dan kekerasan. Dan sekali lagi, tahun lalu Winnie terlibat kasus penipuan dan pencurian sekitar 120.000 Dollar di sebuah organisasi yang dipimpinnya yaitu African National Congress Women’s League. Mandela mendapatkan hadiah Nobel Perdamaian pada 1993.

Dengan penetapan pemilu pada tanggal 27 April 1994, ANC mulai berkampanye, membuka 100 posko pemilu, dan mempekerjakan penasihat Stanley Greenberg. Slogan partai ini adalah "a better life for all" (kehidupan yang lebih baik untuk semua), walaupun tidak dijelaskan dari mana pendanaannya.

Mandela menghabiskan banyak waktu untuk menggalang dana untuk ANC, keliling Amerika Utara, Eropa, dan Asia untuk bertemu donatur-donatur kaya, termasuk mantan pendukung rezim apartheid. Ia juga mengusulkan pengurangan batas usia memberi suara dari 18 tahun menjadi 14; setelah ditolak ANC, kebijakan ini menjadi bahan tertawaan.

Selaku ketua kedua partai besar tersebut, de Klerk dan Mandela tampil dalam acara debat televisi; meskipun de Kler dianggap luas sebagai pembicara terbaik di acara ini, tawaran Mandela untuk bersalaman mengejutkannya, sehingga banyak komentator menganggap Mandela-lah yang menang. Pemilihan umum berlangsung dengan sedikit aksi kekerasan, termasuk bom mobil sel AWB yang menewaskan 20 orang. Mandela memberi suara di Ohlange High School di Durban, dan meski menjadi Presiden terpilih, ia mengaku secara terbuka bahwa pemilu ini penuh penipuan dan sabotase. Dengan 62% suara nasional, ANC tinggal sedikit lagi mencapai dua pertiga mayoritas yang diperlukan untuk mengubah konstitusi. ANC juga menang di 7 provinsi, sementara masing-masing Inkatha dan Partai Nasional 1 provinsi.

Karier politik Mandela semakin cemerlang setelah ia keluar dari penjara, tetapi tidak begitu dengan kehidupan pribadinya. Mandela mengalami perceraian dari isterinya Winnie Madikizela pada tahun 1996.  Mandela telah ditampilkan di film dan televisi beberapa kali. Film tahun 1997, Mandela and de Klerk, dibintangi Sidney Poitier yang berperan sebagai Mandela. Pada tahun 1998, tepat pada hari ulang tahunnya yang ke 80, Mandela menikahi Graca Machel, janda dari mantan Presiden Mozambic Samora Machel.

Lalu pada Juni 1999 Mandela turun dari kursi kepresidenan, digantikan oleh Presiden Thabo Mbeki. Meski begitu, Mandela masih tetap tokoh yang dipuja, membawa transisi yang luar biasa dari negara tirani ke demokrasi dengan janji perdamaian yang menyelamatkan negara Afrika Selatan dari kekerasan berdarah.

Di Afrika Selatan, Mandela secara luas dianggap sebagai "bapak bangsa", dan "bapak pendiri demokrasi", dipandang sebagai "pembebas bangsa, sang penyelamat, Washington dan Lincoln digabung menjadi satu".

Pada tahun 2004, Johannesburg memberikan Mandela kunci kota, dan pusat perbelanjaan Sandton Square diganti namanya menjadi Nelson Mandela Square setelah sebuah patung Mandela dipasang di sana. Tahun 2008, patung Mandela dipasang di Groot Drakenstein Correctional Centre, sebelumnya Penjara Victor Verster, dekat Cape Town, di titik tempat Mandela dibebaskan dari penjara.

Sejak tahun 2004 Mandela sudah jarang mengikuti kegiatan masyarakat umum walau sempat muncul saat Piala Dunia Afrika Selatan 2010. Pada tahun 2007 Dennis Haysbert memerankannya di film Goodbye Bafana. Dalam film televisi BBC tahun 2009, Mrs Mandela, Nelson Mandela diperankan oleh David Harewood, dan Morgan Freeman memerankannya di Invictus tahun 2009.

Nelson Mandela dinyatakan terkena infeksi paru-paru. Dia menjalani perawatan intensif di rumah sakit mulai 8 Juni 2013, dan sempat berkali-kali dikabarkan kritis. Tokoh yang menjadi simbol rekonsiliasi di seluruh dunia ini, berjuang cukup lama melawan penyakitnya. Bahkan, dalam tiga bulan terakhir, ia harus dirawat di rumah sakit untuk penyembuhan infeksi paru-parunya.

Sejak keluar dari rumah sakit, kantor kepresidenan Afrika Selatan berulang kali menyebutkan kondisi Mandela dalam keadaan kritis namun stabil. Dokter Umum asal India, Dave Kaaplan mengatakan, kemungkinan besar infeksi paru-paru yang diderita oleh pria yang disapa Madiba memang karena debu. Menurut dia, paparan debu dapat dengan mudah mengakibatkan seseorang menderita infeksi paru-paru yang disebut dengan Pneumokoniosis.

Semasa hidupnya, Nelson Mandela pernah menjalani hukuman penjara selama 27 tahun dengan tuduhan melakukan sabotase dan berusaha menggulingkan pemerintahan pada zaman itu. Selama itu pula Nelson terkena paparan debu dan debu dari batu.

Di saat-saat terakhirnya, ada 2 perempuan setia yang mendampinginya. Ada sang istri, Graca Machel, yang memberi kebahagiaan dan cinta di masa tuanya. Nelson Mandela pun, meninggal pada Kamis, 5 Desember 2013 malam waktu Afrika Selatan. Pengumuman soal meninggalnya Mandela diumumkan oleh Presiden Afrika Selatan Jacob Zuma, Kamis malam. Bahkan kegiatan di bursa saham Johannesburg pun dihentikan selama lima menit pada Jumat, 6 Desember 2013 sebagai penghargaan dan penghormatan kepada Mandela.

Rapat Dewan Keamanan PBB yang sedang berlangsung untuk membahas konflik di Yugoslavia dan Rwanda, dihentikan selama satu menit untuk menghormati Mandela. Jenazah Nelson Mandela dimakamkan
pada 15 Desember 2013 di Qunu, desa tempat tokoh pejuang perdamaian dunia ini dibesarkan.

"Terkadang sebuah generasi terpikir ingin menjadi besar. Kalianlah yang menjadi generasi besar itu. Biarkan kehebatanmu mekar. Tentu tugas itu tidak akan mudah. Tapi jika anda tidak melakukannya maka hal itu akan menjadi kejahatan terhadap kemanusiaan, terhadap apa yang saya minta semua manusia untuk bangkit."

Sumber, wikipedia
              bbc.co.uk
              uniqpost.com
              kompasiana.com
              tribunnews.com
              jagadkawula.blogspot.com
              web.inilah.com
              news.liputan6.com
              kompas.com
              nelsonmandela.com
              viva.co.id
Nelson Mandela - Raksasa Untuk Keadilan
  • Blogger Comments
  • Facebook Comments
jalan menuju keberhasilan
Top