Latest News

Thursday, September 26, 2013

Stephen Hawking - Keterbatasan Kunci Kesuksesan

Stephen William Hawking, CH, CBE, FRS, atau yang paling banyak dikenal dengan sebutan Stephen ataupun dengan sapaan Hawking, lahir di Oxford, Britania Raya, pada tanggal 8 Januari 1942. Dia adalah anak tertua dari empat bersaudara pasangan Frank dan Isobel Hawking. Stephen lahir bertepatan dengan peringatan 300 tahun kematian Galileo

Stephen adalah penderita ALS (Amyotrophic Lateral Sclerosis), penyakit yang menyerang syaraf motorik sehingga membuat Stephen hampir lumpuh total. Stephen didiagnosis dengan ALS, setelah ulang tahun ke-21 nya. Ia hanya bisa mengedipkan matanya untuk berkomunikasi dengan dunia, menyampaikan pikiran-pikirannya melalui sebuah alat yang tersambung ke otaknya.

Ia merupakan fisikawan yang brilian dan produktif, hal ini dibuktikannya dengan menyandang jabatan Lucassian Professor of Mathematics di Cambridge pada 1979, suatu posisi yang hanya pernah diraih Isaac Newton dan Paul Dirac.

Salah satu prestasi Stephen adalah sebagai penerus Black Hole Theory (Teori Lubang Hitam) yang ditemukan Einstein. Namun, ia juga memberikan banyak sumbangan di bidang fisika kuantum, terutama teori kosmologi, dan gravitasi kuantum. Lebih dari itu, Hawking telah membuktikan disabilitas bukan penghalang melanjutkan kehidupan, menghasilkan karya-karya jenius, dan menyumbangkan ilmu pengetahuan bagi kehidupan umat manusia.

Stephen lahir pada masa-masa sulit. Kondisi ekonomi keluarga saat itu sangat kurang. Selain itu, pada waktu tersebut merupakan masa-masa Perang Dunia II dan Inggris terlibat di dalamnya oleh sebab serangan Jerman.

Frank berupaya menyelamatkan keluarganya dengan memindahkan istrinya yang sedang hamil serta anak pertamanya itu dari rumah mereka di London ke Oxford. Hawking kemudian pergi dengan dua anak lainnya, yaitu Mary (1943) dan Philippa (1947). Sedangkan Edward anak kedua mereka diadopsi pada tahun 1956.

Keluarga Hawking, menurut salah satu teman dekat keluarga mereka adalah keluarga yang aneh. Makan malam selalu dalam suasana diam, tiap-tiap Hawking serius membaca buku. Mobil mereka adalah taksi London tua. Selain itu, mereka juga memelihara lebah di ruang bawah tanah serta membuat kembang api di dalam rumah kaca.

Setelah Hawking lahir, keluarga mereka kembali ke London. Ayahnya lalu mengepalai divisi parasitologi di National Institute for Medical Research. Pada tahun 1950, Hawking dan keluarganya pindah ke St Albans, Hertfordshire. Di sana ia bersekolah di St Albans High School for Girls dari tahun 1950 hingga 1953 (pada masa itu, laki-laki dapat masuk ke sekolah perempuan hingga usia sepuluh tahun). Dari usia sebelas tahun, Hawking bersekolah di St Albans School.

Hawking selalu tertarik pada ilmu pengetahuan. Tahun 1950, ayah Stephen bekerja menjadi kepala bagian Parasitologi di National Institute of Medical Research dan menghabiskan waktunya selama musim dingin di Afrika untuk meneliti. Ayahnya ingin Stephen masuk di kedokteran, tapi Stephen menunjukkan ketertarikannya pada ilmu pengetahuan dan langit. Di sekolah, Stephen dikenal sebagai anak yang cemerlang tapi tidak luar biasa.

“Dia urutan ketiga dari bawah”,  
                                                                      
-Isobel Hawking ibunda Stephen Hawking-

                                                           

Saat umur 16, Stephen dengan beberapa temannya, mengkonstruk komputer dengan alat-alat yang tidak dipakai lagi untuk memecahkan persamaan matematika yang belum sempurna. Ayahnya ingin agar Hawking masuk ke University College, Oxford, tempat ayahnya dulu bersekolah. Hawking lalu mempelajari ilmu pengetahuan alam. Dia mendapat beasiswa, dan lalu berspesialisasi dalam fisika.

Dia seorang yang aktif setelah masuk Oxford University pada usia 17. Dia suka berdansa dan senang dengan olahraga dayung. Pernah menjadi salah satu kapten tim dayung Oxford. Ayahnya kecewa karena Stephen menolak untuk masuk kedokteran tapi malah antusias dengan matematika. Tapi, karena di Oxford tidak ada jurusan matematika, Hawking condong pada fisika terutama kosmologi.

Menurut ceritanya, dia tidak begitu banyak belajar. Menurutnya, waktu yang ia gunakan untuk fokus pada sekolahnya rata-rata satu jam. Dia tidak benar-benar melakukan lebih dari itu.

Setelah menerima gelar B.A. di Oxford pada 1962, dia tetap tinggal untuk mempelajari astronomi. Dia memilih pergi ketika mengetahui bahwa mempelajari bintik matahari tidak sesuai untuknya dan Hawking lebih tertarik pada teori daripada observasi.

Setelah dia lulus dengan penghargaan, Hawking pindah ke Cambridge University mengambil Ph.D. di bidang kosmologi.Hawking lalu masuk ke Trinity Hall, Cambridge. Ia mempelajari astronomi teoretis dan kosmologi. Alasannya belajar di Cambridge karena tidak ada satupun aktivitas yang dilakukannya di Oxford pada waktu itu.

Atasannya adalah Denis Sciama, meskipun ia berharap untuk mendapatkan Fred Hoyle yang bekerja di Cambridge. Setelah memperoleh gelar Ph.D. ia menjadi pertama Research Fellow dan kemudian Fellow Guru di Gonville dan Caius College.

Ketika di Oxford,Stephen pertama kali sadar bahwa ada masalah dengan kesehatan fisiknya (seperti yang terjadi, yaitu jatuh saat berjalan, suaranya mulai menghilang), Dia tidak begitu mempermasalahkan dan menyimpan hal tersebut untuk dirinya sendiri. Segera setelah tiba di Cambridge, gejala sklerosis lateral amiotrofik (ALS) yang akan membuatnya kehilangan hampir seluruh kendali neuromuskularnya mulai muncul.

Penyakitnya bermula pada suatu malam di musim semi 1962. Ketika itu dia kesulitan mengikat tali sepatu yang membuatnya sadar ada sesuatu yg salah dengan tubuhnya. Penyakit yg dideritanya bernama ALS (Amyotropic Lateral Sclerosis).

Tahun 1963, dia bertemu dengan seorang sarjana bahasa bernama Jane Wilde (mereka kemudian menikah tahun 1965 dan memiliki tiga orang anak). Dia bertemu Jane pada saat seang sakit. Akhirnya ayahnya pun tahu dan membawa Stephen ke dokter. Selama 2 minggu Stephen yang saat itu 21 tahun dia menjalani serangkaian tes kesehatan. Setelah serangkaian tes dilakukan, dokter tidak memberitahu Stephen sakit yang dialaminya.

Mereka hanya berkata bahwa yang dialaminya bukan penyakit sclerosis pada umumnya dan merupakan kasus tipe-a. Namun, dokter memberitahu sang ayah bahwa anaknya menderita Amyotrophic Lateral Sclerosis (ALS atau penyakit Lou Gehrig’s) stadium awal. Atau dengan kata lain syaraf yang mengontrol otot dalam tubuh mati. Dokter memvonis bahwa dia bisa hidup dua setengah tahun lagi.

Namun, di tengah kesedihannya itu ada suatu peristiwa yang membuat Stephen berubah. Pada saat dia dirawat di Rumah Sakit, dia sekamar dengan anak lelaki penderita leukimia. Dia sadar dan berpikir bahwa ternyata keadaannya masih mending dibanding dengan teman sekamarnya.

Dia pun melakukan refleksi diri. Tidak lama setelah keluar dari rumah sakit, Stephen bermimpi bahwa ia akan dieksekusi. Mimpinya itu membuatnya sadar bahwa masih ada sesuatu yang bisa dilakukan dengan hidupnya.

Tahun 1969, Hawking harus menggunakan kursi roda karena kontrol fisik terhadap tubuhnya hilang sebagai efek dari penyakitnya. Tahun 1968, Stephen menjadi anggota Institute of Astronomy di Cambridge.
Sebelum didiagnosa terkena ALS, Stephen Hawking tidak begitu fokus pada studinya.

”Aku bosan pada hidupku sebelum sakit dan sepertinya tidak ada hal bermanfaat yang bisa dilakukan”,                                                                                                                                                          -Stephen Hawking-

Ketika sadar bahwa dia tidak akan hidup lama lagi untuk melanjutkan Ph.D, Hawking pun semakin menekuni bidangnya dan melakukan penelitian.

Bermula dari penemuan seorang kosmologis muda Roger Primrose tentang hilangnya sebuah bintang dan penciptaan lubang hitam, Stephen Hawking menjadi tertarik dengan awal mula terbentuknya alam semesta dan manempatkannya pada sebuah karir yang membuatnya mengubah cara pikir dunia tentang lubang hitam dan alam semesta.

Kejeniusan Hawking sudah dikenal sejak menjadi mahasiswa S1 di Oxford. Kebanyakan teman sekelasnya butuh waktu berminggu-minggu untuk menyelesaikan tiga belas soal yang sulit dari buku Electricity and Magnetism karangan Bleaney & Bleaney.

Awal 1970-an teori relativitas umum dan lubang hitam sedang naik daun. Hawking, siap beraksi. Dia menerapkan teknik matematika canggih yang diperkenalkan Penrose untuk mempelajari sifat-sifat lubang hitam. Lubang hitam adalah suatu daerah dimana hukum-hukum fisika tidak berlaku lagi. Tempat itu memiliki gaya gravitasi yang sangat kuat dan siapapun yang masuk tidak bisa keluar kembali termasuk cahaya sekalipun. Menurut pengamatan Astronom, diketahui teryata lubang hitam raksasa di pusat galaksi kita.

Keadaan fisiknya semakin memburuk. Pertengahan 1970, keluarga Hawking mempekerjakan salah satu murid Stephen yang sudah lulus untuk membantu mengatur pekerjaan dan merawatnya. Dia masih bisa makan sendiri dan pergi ke tempat tidur. Tapi, sebenarnya semua itu membutuhkan bantuan. Semakin lama suaranya semakin tidak jelas dan hanya orang-orang terdekat yang dapat memahaminya. Pada November 1970, Hawking telah diakui sebagai fisikawan terpandang. Dengan cacat fisiknya yang begitu serius sangat mengherankan bagaimana Hawking bisa mengungguli saingan-saingan berat lainnya.

Pada tahun 1974, ia tidak mampu makan atau bangun tidur sendiri. Suaranya menjadi tidak jelas sehingga hanya dapat dimengerti oleh orang yang mengenalnya dengan baik. Namun, pada tahun yang sama, penelitiannya membuat dia menjadi ilmuwan tersohor di dunia. Dia menunjukkan bahwa lubang hitam bukanlah ruang hampa seperti yang dipikirkan oleh para ilmuwan.

Dengan istilah yang sederhana, dia menunjukkan bahwa pembentukan radiasi menyebabkan hilangnya gravitasi sehingga membuat bintang jatuh. Sejak itu lahirlah Radiasi Hawking. Hawking pun memperoleh banyak penghargaan. Dia dijuluki The Royal Society pada usia 32, memperoleh penghargaan Albert Einstein award.

Buku pertamanya dipublikasikan tahun 1975 yang berjudul Large Scale Structure of Space Time. Dia juga melakukan perjalanan ke Roma dan memperoleh medali emas Pius XI untuk ilmu pengetahuan dari Paus Paulus VI. Dia juga mengajar sebagai visiting professor di Caltech, Pasadena, California selama satu tahun. Selain itu di Gonville & Caius College di Cambridge, Inggris.

Kemudian Hawking kembali ke Cambridge dimana dia terkenal dengan gelar The Lucasian Professor of Matemathics. Pada tahun 1985, dia terkena penyakit pneumonia dan harus dilakukan trakeostomi. Setelah operasi tracheotomy, suaranya hilang. Hasilnya, Stephen tidak pernah lepas bantuan perawat selama 24 jam.
Keadaan Hawking yang sulit ini menarik perhatian seorang pemrogram komputer asal Kalifornia yang mengembangkan program bicara dengan hanya menggerakkan mata atau kepala. Penemuan ini memungkinkan Hawking memilih kata-kata di layar komputer yang kemudian melewati sebuah synthesizer pidato.

Pada saat jari-jarinya masih berfungsi, Hawking bisa memilih kata-kata dengan clicker genggam. Tapi, sekarang karena hampir semua saraf yang mengontrol tubuhnya tidak berfungsi lagi, Hawking menjalankan program menggunakan otot pipi dengan cara menempelkannya pada sensor. Dengan program tersebut dan bantuan asisten, Stephen Hawking terus menulis.

Buku-buku dan penampilan publiknya menjadikan dia sebagai seorang selebritis akademik dan teoretikus fisika yang termasyhur di dunia. Hawking (69) pernah disangka bakal meninggal dalam beberapa tahun setelah didiagnosis mengalami penyakit syaraf motorik degeneratif pada usia 21, namun menjadi salah satu ilmuwan paling terkenal di dunia setelah publikasi karyanya pada 1988 "A Brief History of Time." 

Beberapa buku karya Stephen Hawking:

  • My Brief History
  • A Brief History of Time (1988) 
  • Black Holes and Baby Universes (1993) 
  • The Universe in a Nutshell (2002)
  • The Grand Design
  • George and The BigBang
  • George's Cosmic Treasure Hunt
  • George's Secret Key to the Universe
  • On the Shoulders of Giants
  • God Created the Integers
  • The Large Scale Structure of Space-Time


Dengan buku, penelitian serta paper-papernya, membuat Hawking berusaha mengungkapkan Holy Grail, teori pemersatu tunggal yang mencoba menggabungkan teori kosmologi dengan teori mekanika kuantum untuk menjelaskan bagaimana alam semesta dimulai yang membuat dia berpikir dan meletakkan beberapa kemungkinan besar terhadap umat manusia. Dia yakin bahwa manusia memang bisa menjelajah planet lain di masa depan.

Hawking meyakini bahwa kehidupan ekstraterestrial memang ada, dan ia menggunakan basis matematis untuk asumsinya. "Menurut otak matematisku, angka menunjukan bahwa keberadaan alien sangatlah rasional. Tantangan terbesar adalah memperkirakan seperti apakah alien itu."

Ia meyakini bahwa alien tidak hanya ada di planet-planet, tetapi mungkin juga di tempat lain, seperti bintang atau mengapung di angkasa luas. Hawking juga memperingati bahwa beberapa spesies alien mungkin memiliki peradaban yang maju dan dapat mengancam Bumi.

Hubungan dengan spesies seperti itu dapat membahayakan seluruh umat manusia. Ia mengatakan, "Jika alien mengunjungi kita, hasilnya akan sama seperti ketika Columbus mendarat di Amerika, yang tidak berakhir baik bagi penduduk asli Amerika". Hawking juga menyarankan, daripada mencoba menghubungi alien, sebaiknya kita menghindari hubungan dengan mereka.

Tahun 2007 pada usia 65 tahun saat berkunjung ke Kennedy Space Center di Florida, ia diberi kesempatan untuk berada di lingkungan tanpa gravitasi. Selama 2 jam di atas Atlantik di dalam pesawat Boeing 727 , ia dibebaskan dari kursi rodanya dan mengalami suatu keadaan tanpa bobot. Gambar fisikawan tersebut melayang bebas tersiar di surat kabar seluruh dunia.

Hawking juga menerbitkan buku sains untuk anak-anak bersama putrinya, Lucy. Sampai saat ini kesehatan Hawking masih terus diperhatikan. Sempat terjadi hal yang mengkhawatirkan,pada tahun 2009, dia gagal tampil pada sebuah konferensi di Arizona karena infeksi dada.

Kemudian pada bulan April, Hawking mengumumkan bahwa dia pensiun dari jabatan sebagai Lucasian Profesor Matematika di Cambridge University. Beliau dilarikan ke rumah sakit karena sakit serius yang dideritanya dan diharapkan untuk sembuh total. Namun, Stephen Hawking tetap di Cambridge sebagai Profesor Emeritus.

Stephen Hawking memiliki tiga buku paling populer dan dianggap sebagai penjual terbaiknya. Diantaranya adalah A Brief History of Time, Black Holes Universes Bayi dan The Universe, sekaligus menjadi yang paling baru pada tahun 2010,  yaitu The Grand Design.

Pada September 2010, The Telegraph melaporkan, "Stephen Hawking telah menyatakan bahwa Tuhan bukan pencipta alam semesta". Hawking menulis dalam bukunya, The Grand Design, bahwa "Karena adanya hukum seperti gravitasi, tata surya dapat dan akan membentuk dirinya sendiri. Penciptaan spontan adalah alasannya mengapa sekarang ada 'sesuatu' dan bukannya kehampaan, mengapa alam semesta ada dan kita ada. Tidak perlu memohon kepada Tuhan untuk memulai segalanya dan menggerakan alam semesta." 


Jika yang dimaksud Stephen Hawking adalah Tuhan menciptakan hukum Gravitasi dan hukum fisika lainnya sebagai dasar penciptaan alam semesta dan hukum tersebut bekerja sendiri atas perintahNya, maka tentunya hal ini masih dapat diterima, dan sebaliknya.

Sulit dibayangkan hal tersebut dikerjakan hanya dalam pikiran di kepala. Itulah yang dilakukan Hawking. Seluruh risetnya dilakukan di dalam kepalanya, karena proses kelumpuhan tangannya yang berjalan berangsur-angsur. Secara perlahan pula dia melatih pikirannya untuk berpikir dengan cara yang berbeda dengan fisikawan pada umumnya. Dia berpikir dengan cara-cara baru gambaran-mental dan persamaan mental intuitif yang baginya dapat menggantikan kertas dan pena serta persamaan tertulis.

"Mimpi saya pada waktu itu sedikit terganggu. Saya merasa sangat bosan dengan hidup. Tapi tiba-tiba saya menyadari bahwa ada hal berharga lain yang dapat saya lakukan, jika saya tangguh. ...Saya akan mengorbankan hidup saya untuk menyelamatkan hidup orang lain,"                                                                                                                                            -Stephen Hawking-

Hawking menggunakan gambaran mentalnya untuk mendapatkan ilham, adalah kajiannya tentang luas permukaan lubang hitam. Persoalan yang esoteric dalam dinamika lubang hitam, akhirnya membawa dia pada penemuan terbesarnya dalam fisika. Dia mengatakan bahwa luas permukaan suatu lubang hitam hanya dapat tetap sama atau bertambah, tetapi tidak pernah berkurang. Ini disebut Hukum Pertambahan Luas Hawking. Namun teori ini menghasilkan implikasi bahwa lubang hitam menghasilkan radiasi. Hal ini pertama kali diungkap oleh Jacob Bekenstein mahasiswa pasca sarjana Princeton.

Menurut Hawking bagaimana mungkin lubang hitam memancarkan radiasi kalau tidak ada sesuatu yang bisa keluar darinya. Namun pada akhirnya hal ini membuat Hawking gelisah dan berusaha mencari mekanisme yang bisa menghasilkan radiasi lubang hitam jika Bekenstein benar. Kemudian Hawking menelaah apa yang bisa terjadi di permukaan lubang hitam. Di situ medan gravitasi yang kuat berinteraksi dengan pasangan-pasangan partikel semu.

Gravitasi yang kuat dapat menarik salah satu komponen dari pasangan semu ke dalam lubang hitam (energi negatif) dan menyebabkan massa lubang hitam berkurang, sedangkan komponen lainnya (energi positif) keluar dari lubang hitam dalam bentuk radiasi yang dapat dideteksi oleh pengamat luar. Ia menggabungkan mekanika kuantum dan relativitas umum dalam rumusan tunggal untuk pertama kalinya.

Dengan berani Hawking berkesimpulan bahwa lubang hitam tidak sepenuhnya hitam tapi juga memancarkan radiasi. Penemuan tersebut membuat Hawking mendapat gelar kehormatan akademik tertinggi Inggris. Dia diangkat menjadi anggota Fellow of The Royal Society.

Pada akhir tahun 2012, Stephen Hawking menerima sebuah penghargaan yaitu The Fundamental Physics Prize atas temuannya terhadap lubang hitam yang memancarkan radiasi. Selain itu Hawking juga dianggap memberikan kontribusi tinggi terhadap gravitasi kuantum dan aspek-aspek kuantum pembentukan awal alam semesta. 

Penghargaan ini sendiri terdiri dari dua kategori. Pertama, atas prestasinya dalam ilmu fisika. Kedua, atas kemajuan pemahaman orang-orang atas ilmu fisika dasar. Total hadiah yang didapat senilai US$3 juta atau sekitar Rp29 miliar atas kontribusi seumur hidupnya dalam kemajuan ilmu fisika.

Penghargaan

  • 1975 Eddington Medal
  • 1976 Hughes Medal of the Royal Society
  • 1979 Albert Einstein Medal
  • 1981 Franklin Medal
  • 1982 Order of the British Empire
  • 1985 Gold Medal of the Royal Astronomical Society
  • 1986 Anggota Pontifical Academy of Sciences
  • 1988 Wolf Prize dalam bidang fisika
  • 1989 Prince of Asturias Awards in Concord
  • 1989 Companion of Honour
  • 1999 Julius Edgar Lilienfeld Prize of the American Physical Society
  • 2003 Michelson Morley Award of Case Western Reserve University
  • 2006 Copley Medal of the Royal Society
  • 2008 Fonseca Price of the University of Santiago de Compostela
  • 2009 Presidential Medal of Freedom
  • 2012 The Fundamental Physics Prize


" Kita semua berbeda - tetapi kita berbagi semangat manusia yang sama. Mungkin itu sifat manusia bahwa kita beradaptasi - dan bertahan. "                                                                                                           -Stephen Hawking, Hawking (2013)
Sumber, www.hawking.org.uk
                majalahdiffa.com
                www.biography.com
                 jamiludin.wordpress.com
                Wikipedia
                www.merdeka.com
                dahan-phy62.blogspot.com
                lubang-kecil.blogspot.com
                viva.co.id
Diterjemahkan dan diedit oleh Kevin Samara
Stephen Hawking - Keterbatasan Kunci Kesuksesan
  • Blogger Comments
  • Facebook Comments
jalan menuju keberhasilan
Top