Sabtu 5, Apr 2025

Latest News

    • Prabowo Subianto - Tegas, Berwibawa, Adil, dan Berpengalaman

      Letnan Jenderal (Purn) Prabowo Subianto Djojohadikusumo atau yang paling dikenal dengan nama Prabowo Subianto, lahir di Jakarta, pada tanggal 17 Oktober 1951. Prabowo Subianto adalah mantan Danjen Kopassus dan menantu dari mantan Presiden Indonesia Soeharto. Ia juga termasuk tokoh kontroversial di Indonesia. Sehingga ia dicopot jabatannya oleh Presiden Habibie melalui mantan Pangab Wiranto karena dugaan keterlibatan oknum Kopassus dalam kasus penculikan sejumlah aktivis LSM dan pelanggaran HAM yang sampai sekarang masih buram ceritanya. Prabowo juga politikus sekaligus pendiri dari partai Gerindra. Prabowo adalah putra dari pasangan Soemitro Djojohadikusumo yang merupakan ahli Ekonomi Indonesia pada zaman Soekarno serta Soeharto dan Dora Marie Sigar, atau lebih dikenal dengan nama Dora Soemitro.Ia juga merupakan cucu dari Raden Mas Margono Djojohadikusumo, anggota BPUPKI, pendiri Bank Negara Indonesia dan Ketua DPA pertama. Prabowo Subianto dinamai menurut Soebianto Djojohadikoesoemo, pamannya yang gugur dalam Pertempuran Lengkong. Ia memiliki dua kakak perempuan, Biantiningsih Miderawati dan Maryani Ekowati, dan satu orang adik, Hashim Djojohadikusumo. Dalam bukunya Jejak Perlawanan Begawan Pejuang, Sumitro mengakui istrinya sangat berperan dalam membesarkan dan pendidikan formal anak-anaknya. Meskipun Sumitro muslim, Dora Sigar tetap Kristen. Dengan latar belakang keluarga berpendidikan Belanda, Dora Sigar menerapkan disiplin ketat kepada putra-putrinya. Di meja makan, misalnya, semua tata krama dan etiket Belanda sangat ketat dijalankan, seperti tangan tidak boleh ke sana ke mari, serbet harus dilipat di pangkuan, dan garfu sendok tidak boleh bunyi. Perpaduan dua kepribadian orangtua inilah yang sangat membentuk kepribadian Prabowo. Disiplin dan sikap keras diturunkan dari sang Ibu, gaya berpikir kritis dan bebas dari sang Ayah. Ia tumbuh menjadi anak yang cerdas, lugas tanpa basa-basi, sangat taat aturan sehingga sangat kaku dalam pergaulan, dan kritis. Dan, dari penuturan kawan-kawan dekatnya, Prabowo adalah anak kesayangan ibunya. Masa kecilnya banyak dihabiskan di luar negeri. Ia menyelesaikan pendidikan dasar dalam waktu 3 tahun di Victoria Institution, Kuala Lumpur, Sekolah Menengah di Zurich International School, Zurich, pada tahun 1963-1964, SMA di American School, London pada kurun waktu 1964-1967. Pada tahun 1970, barulah ia masuk ke Akademi Militer Nasional, Magelang. Prabowo Subianto mengawali karirnya waktu ia daftarkan diri di Akademi Militer Magelang, Ia lalu Lulus pada tahun 1974 dari Akademi Militer, lalu pada tahun 1976 Prabowo ditugaskan untuk Komandan Pleton Beberapa Komando Group I Komando Pasukan Sandhi Yudha (Kopassandha) serta ditugaskan untuk sisi dari operasi Tim Nanggala di Timor Timur. Saat itu dia berumur 26 tahun dan merupakan komandan termuda dalam operasi Tim Nanggala. Prabowo memimpin misi untuk menangkap Nicolau dos Reis Lobato, wakil ketua Fretilin yang pada saat itu juga menjabat sebagai Perdana Menteri pertama Timor Timur. Akhirnya, Nicolau Lobato tewas setelah tertembak di perut saat bertempur di lembah Mindelo pada tanggal 31 Desember 1978. Prabowo Subianto kemudian menikah dengan Titiek yang merupakan anak Presiden Soeharto pada bulan Mei 1983 dan berpisah pada tahun 1998, tidak lama setelah Soeharto mundur dari jabatan Presiden Republik Indonesia. Dari pernikahan ini, Prabowo dikaruniai seorang anak, Ragowo "Didiet" Hediprasetyo. Didiet tumbuh besar di Boston, AS dan sekarang tinggal di Paris, Perancis sebagai seorang desainer. Menurut sumber The Politic, Prabowo dipertemukan (dicomblangi) oleh Wismoyo Arismunandar dengan  anak Alm Presiden Soeharto, Titiek Soeharto, ketika ia menjadi ajudan Wismoyo kala itu. Siti Hediati Hariyadi yang lahir di Semarang, Jawa Tengah, 14 April 1959, lebih dikenal dengan Titiek Soeharto adalah anak keempat mendiang mantan Presiden Soeharto. Ketika pertama kali bertemu, lanjut sumber, langsung saling tertarik, padahal saat itu Prabowo sudah bertunangan dengan anak dari dr. Sajiman, Kepala RS TNI di Magelang, yang sekarang sudah menjadi dokter gigi, kawin dengan seorang ginekolog di Yogyakarta. Setelah perceraian, hubungan Prabowo dengan Titiek tampak tetap mesra. Pada tahun 1983, kala itu masih berpangkat Kapten, Prabowo diduga pernah mencoba melakukan upaya penculikan sejumlah petinggi militer, termasuk Jendral LB Moerdani, namun upaya ini digagalkan oleh Mayor Luhut Panjaitan, Komandan Den 81/Antiteror. Prabowo sendiri adalah wakil Luhut saat itu. Pada tahun 1990-an, Prabowo terkait dengan sejumlah kasus pelanggaran HAM di Timor Timur. Pada akhir tahun 1992, Xanana Gusmao berhasil ditangkap dalam operasi yang dipimpin oleh Letnan Kolonel Prabowo. Informasi mengenai keberadaan Xanana Gusmao diperoleh dari sadapan telepon Ramos Horta di pengasingan. Pada tahun 1995, ia diduga menggerakkan pasukan ilegal yang melancarkan aksi teror ke warga sipil. Peristiwa ini membuat Prabowo nyaris baku hantam dengan Komandan Korem Timor Timur saat itu, Kolonel Inf Kiki Sjahnakrie, di kantor Pangdam IX Udayana. Sejumlah lembaga internasional menuntut agar kasus ini dituntaskan. Menurut pakar hukum Adnan Buyung Nasution, kasus ini belum selesai secara hukum karena belum pernah diadakan pemeriksaan menurut hukum pidana. Pada tahun 1996, Komandan Kopassus Prabowo Subianto memimpin operasi pembebasan sandera Mapenduma. Operasi ini berhasil menyelamatkan nyawa 10 dari 12 peneliti Ekspedisi Lorentz '95 yang disekap oleh Organisasi Papua Merdeka (OPM). Lima orang yang disandera adalah peneliti biologi asal Indonesia, sedangkan 7 sandera lainnya adalah peneliti dari Inggris, Belanda dan Jerman. Namun, operasi ini dikritik karena menggunakan lambang Palang Merah pada helikopter putih untuk menipu anggota OPM. Pada tahun 1997, Prabowo Subianto diduga mendalangi penculikan dan penghilangan paksa terhadap sejumlah aktivis pro-Reformasi. Setidaknya 13 orang, termasuk seniman 'Teater Rakyat' Widji Thukul, aktivis Herman Hendrawan, dan Petrus Bima hilang dan belum ditemukan hingga sekarang. Mereka diyakini sudah meninggal. Prabowo sendiri mengakui memerintahkan Tim Mawar untuk melakukan penculikan kepada sembilan orang aktivis, diantaranya Haryanto Taslam, Desmond J Mahesa dan Pius Lustrilanang. Pada tanggal 26 April 1997, Tim Nasional Indonesia ke Puncak Gunung Everest berhasil mengibarkan bendera merah putih di puncak tertinggi dunia setelah mendaki melalui jalur selatan Nepal. Tim yang terdiri dari anggota Kopassus, Wanadri, FPTI, dan Mapala UI ini diprakarsai oleh Komandan Jenderal Kopassus, Mayor Jendral TNI Prabowo Subianto. Ekspedisi dimulai pada tanggal 12 Maret 1997 dari Phakding, Nepal. Tahun 1998, Prabowo ditarik kembali menjadi Panglima Kostrad dengan pangkat Letnan Jenderal, dalam usia relatif muda yakni 47 tahun. Sebagai Pangkostrad yang membawahi pasukan cadangan ABRI yang jumlahnya cukup besar pada waktu itu (sekitar 11 ribu prajurit) , Prabowo dimintai pertolongan oleh Panglima Kodam Jaya untuk mengamankan Jakarta yang berada dalam suasana kacau. Permintaan ini dipenuhi Prabowo dengan membantu mengamankan sejumlah bangunan penting, khususnya rumah dinas Wakil Presiden B.J. Habibie di Kuningan. Di tahun inilah ia tersandung tragedi Mei yang membuatnya dipindahkan menjadi Komandan Sekolah Staf dan Komando ABRI (Sesko TNI). Dan atas pertimbangan Dewan Kehormatan Perwira (DKP), Prabowo diberhentikan dari dinas kemililiterannya. Setelah Mei 1998, untuk menghindari tekanan dari Habibie terkait insubordinasi tersebut dan menghindari pengusutan hukum terkait kerusuhan Mei dan penculikan para aktivis, ia melarikan diri ke Yordania. Ia mendapat suaka politik dan status kewarganegaraan dari Abdullah II. Pangeran Abdullah II yang kemudian pada 1999 menjadi Raja Yordania adalah kawan Prabowo di sekolah militer. Prabowo kembali ke Indonesia pada 2001 setelah kekuatan Poros Tengah menggulingkan Presiden BJ Habibie dan momentum untuk mengusut kasus-kasus pelanggaran HAM Orde Baru mulai surut. Setelah meninggalkan karier militernya ia menjadi pengusaha, mengikuti karier adiknya Hashim Djojohadikusumo, antara lain dia memiliki saham dalam PT Kertas Nusantara. Ia lalu terjun ke dunia usaha, membantu adiknya Hashim Djojohadikusumo, yang sudah lebih dulu sebagai pengusaha minyak di Kazakhstan. Sekitar tahun 2002, Prabowo membeli PT Kiani Kertas yang saat itu sudah berada di BPPN sebagai perusahaan yang ‘sakit’ karena terbelit utang yang besar. Prabowo membeli Kiani Kertas menggunakan pinjaman senilai Rp 1,8 triliun dari Bank Mandiri. Ia kini tercatat memimpin 27 perusahaan di Indonesia dan luar negeri. Perusahaan yang dipimpinnya meliputi Nusantara Energy (perusahaan minyak, gas alam dan batu bara), Tidar Kerinci Agung (minyak kelapa), dan Jaladri Nusantara (industri perikanan). Prabowo juga mendirikan beberapa organisasi masyarakat seperti Asosiasi Petani Indonesia, Asosiasi Pedagang Pasar Tradisional Indonesia, Asosiasi Pencak Silat Indonesia. Pada tanggal 5 Desember 2004, Prabowo terpilih sebagai ketua umum HKTI (Himpunan Kerukunan Tani Indonesia) mengalahkan Setiawan Djodi dan Ja'far Hafsah. Pada saat Musyawarah Nasional (Munas) HKTI ke-7, Prabowo Subianto kembali terpilih sebagai Ketua Umum 2010-2015 secara aklamasi. 32 dari 33 Dewan Pimpinan Daerah menerima laporan pertanggungjawaban Prabowo dan meminta agar Prabowo kembali memimpin HKTI. Pada tanggal 6 Agustus 2008, Munas APPSI secara aklamasi memilih Prabowo sebagai ketua umum APPSI untuk periode 2008-2013. Prabowo terpilih setelah mendapat dukungan dari 29 Dewan Pimpinan Wilayah tingkat provinsi dan 199 Dewan Pimpinan Daerah tingkat kabupaten. Prabowo pertama kali terpilih menjadi Ketua Umum Pengurus Besar (PB) IPSI tahun 2004. Pada Munas PB IPSI di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, tanggal 27 Februari 2012, Prabowo terpilih untuk ketiga kalinya sebagai Ketua Umum PB IPSI. Pada SEA Games 2011 di Jakarta, cabang olah raga pencak silat berhasil mendapatkan juara umum dengan menyabet 9 dari 18 nomor yang dipertandingkan. Istana Prabowo berpadu dengan hijaunya Bukit Hambalang, sangat megah dan asri dengan rerumputan dan pepohonan pinus. Selain di depan, di bagian belakang rumah juga terdapat satu pos penjagaan. Menurut sumber The Politic, rumah petinggi Gerindra ini berfasilitas sangat lengkap. Tak hanya  itu, dua buah istal kandang kuda sebanyak 17 ekor kuda milik Prabowo berjenis Lusiano turut melengkapi  fasilitas di rumah itu. Kuda-kuda tersebut didatangkan langsung dari Portugal. Tak tanggung-tanggung, konon harga per ekornya mencapai miliaran rupiah! "Saya ini kesatria yang menyepi pada saat tidak dibutuhkan. Dan kesatria selalu menyepi di gunung, seperti tempat ini." Prabowo ditemani sejumlah lelaki muda yang ia sebut sebagai Kesatria Jedisebutan untuk murid Master Yoda dalam film Hollywood Star Wars. "Mereka ini anak muda yang pintar-pintar. Lulusan luar negeri,".  Ia juga mencalonkan diri sebagai calon presiden dari Partai Golkar pada Konvesi Capres Golkar 2004. Untuk pencalonan ini, tim suksesnya khusus menyewa Alex Castinallos, konsultan kampanye Partai Republik Amerika Serikat yang berhasil mendudukkan George W Bush di Gedung Putih dan konsultan media iklan TV, David Axelrod. Meski lolos sampai putaran akhir, akhirnya Prabowo kandas di tengah jalan. Ia kalah suara oleh Wiranto. Prabowo adalah calon presiden dalam pemilu presiden Republik Indonesia 2009 dari Partai Gerakan Indonesia Raya (GERINDRA). Karena sejumlah kendala politik, akhirnya Prabowo bersedia menjadi calon wakil presiden Megawati Soekarnoputri. Pasangan Mega-Prabowo resmi diumumkan 15 Mei 2009. Pelayanan Advokasi untuk Keadilan dan Perdamaian (Padma) Indonesia wilayah Nusa Tenggara Timur menilai, Prabowo berperan besar dalam pembebasan Wilfrida Soik dari hukuman mati di Pengadilan Kota Bahru, Kelantan, Malaysia. Prabowo menunjuk pengacara Malaysia Tan Sri Mohammad Syafei untuk membela Wilfrida Soik. Wilfrida adalah buruh asal Nusa Tenggara Timur yang diberangkatkan secara ilegal. Wilfrida didakwa hukuman mati karena membunuh majikannya, Yeap Seok Pen pada tanggal 7 Desember 2010. Partai Gerakan Indonesia Raya telah menyatakan akan mengusung Prabowo sebagai calon presiden pada pemilihan presiden 2014. Prabowo sendiri sudah menyatakan kesediaannya untuk dicalonkan sebagai presiden, jika mendapat dukungan dari rakyat. Walaupun beberapa lembaga survei mencatat elektabilitas Prabowo tertinggi dibandingkan dengan calon-calon presiden lainnya, tidak sedikit pengamat politik yang meyakini kalau langkah Prabowo akan terganjal elektabilitas Partai Gerakan Indonesia Raya yang sangat rendah. Di Pemilihan umum legislatif Indonesia 2014, Gerindra meraih posisi ketiga, hanya sedikit selisih suara dibanding PDIP dan Golkar, yaitu 11,58 persen, sementara PDIP meraih 19,52 persen dan Golkar 15,22 persen berdasarkan perhitungan cepat Kompas hingga 9 April 2014. Prabowo Subianto hadirkan "Enam Program Aksi Transformasi Bangsa" dalam kampanyenya; apabila terpilih menjadi Presiden Republik Indonesia, ia ingin membangun ekonomi yang kuat, berdaulat, adil dan makmur, melaksanakan ekonomi kerakyatan, membangun kedaulatan pangan dan energi serta pengamatan sumberdaya air, meningkatkan kualitas pembangunan manusia Indonesia melalui program pendidikan, kesehatan, sosial dan budaya, membangun infrastruktur dan menjaga kelestarian alam serta lingkungan hidup, dan membangun pemerintahan yang bebas korupsi, kuat, tegas dan efektif. Setelah meningkatnya popularitas dan elektabilitas Prabowo di berbagai lembaga survei dalam Pemilihan umum Presiden Indonesia 2014, ia terus diserang kampanye hitam dan opini negatif antara lain beredarnya uang kertas pecahan Rp50.000 yang diberi cap dengan tulisan "Prabowo: Satria Piningit, Heru Cakra Ratu Adil" dan penghembusan kembali isu stigmatisasi atas tudingan keterlibatan, bahkan nama Prabowo juga disebut-sebut sebagai dalang penculikan aktivis pro demokrasi 1997/1998, penembakan mahasiswa Trisakti, otak penggerak Kerusuhan Mei 1998 dan tuduhan hendak melakukan kudeta Mei 1998. Prabowo juga dididuga berjanji akan memberikan satu miliar kepada setiap desa di Indonesia bila ia terpilih sebagai presiden. Seperti calon presiden lainnya, Prabowo memiliki tampilan unik yang mudah dikenali dengan baju warna khaki dengan banyak kantong. Ini membuat ia dianggap mengingatkan masyarakat kepada sosok Sukarno dan Syahrir. Ia sendiri menyatakan menyukai setelan ini karena alasan kepraktisan. Prabowo mulai sering mengenakannya saat berpasangan dengan Megawati di Pilpres 2009. Karier Karier Militer Komandan Peleton Para Komando Group-1 Kopassandha (1976) Karier Militer Komandan Kompi Para Komando Group-1 Kopassandha (1997) Karier Militer Wakil Komandan Detasemen–81 Kopassus (1983) Karier Militer Wakil Komandan Batalyon Infanteri Lintas Udara 328 Kostrad (1985) Karier Militer Komandan Batalyon Infanteri Lintas Udara 328 Kostrad (1987) Karier Militer Kepala Staf Brigade Infanteri Lintas Udara 17/Kujang I/Kostrad (1991) Karier Militer Komandan Group-3/Pusat Pendidikan Pasukan Khusus (1993) Karier Militer Komandan Jenderal Komando Pasukan Khusus (1996) Karier Militer Panglima Komando Cadangan Strategi TNI Angkatan Darat (1998) Karier Militer Komandan Sekolah Staf Dan Komando ABRI (1998) Karier Kerja Komisaris Perusahaan Migas Karazanbasmunai (0) Karier Kerja Presiden Dan Ceo PT Tidar Kerinci Agung (Perusahaan Produksi Minyak Kelapa Sawit), Jakarta, Indonesia (0) Karier Kerja Presiden Dan Ceo PT Nusantara Energy (Migas, Pertambangan, Pertanian, Kehutanan Dan Pulp) Jakarta, Indonesia (0) Karier Kerja Presiden Dan Ceo PT Jaladri Nusantara (Perusahaan Perikanan) Jakarta, Indonesia (0) Karier Politik Pendiri Partai Gerakan Indonesia Raya (GERINDRA) (0) Karier Politik Partai Golkar (2004) Organisasi Ketua umum HKTI periode 2004-2009 Anggota marga Lumban Tobing (difasilitasi oleh Persatuan Punguan Siraja Lumban Tobing (PPSLB) dan berlangsung di Danau Toba Convention Center, Medan) Keanggotaan Dalam Organisasi Politik Dewan Penasihat Organisasi Kosgoro Keanggotaan Dalam Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Ketua Yayasan Pendidikan Kebangsaan (Universitas Kebangsaan) Ketua Majelis Perhimpunan Keluarga Mahasiswa Dan Alumni Supersemar Pendiri Koperasi Swadesi Indonesia (Ksi) Dengan 14 Cabang Di 4 Provinsi di Indonesia Ketua Yayasan 25 Januari Ketua Umum PB Ikatan Pencaksilat Seluruh Indonesia (IPSI)  PENGHARGAAN Bintang Kartika Eka Paksi Nararya Satya Lencana Kesetiaan XVI Tahun Satya Lencana Seroja Ulangan–III Satya Lencana Raksaka Dharma Satya Lencana Dwija Sistha Satya Lencana Wira Karya The First Class The Padin Medal Ops Honor dari Pemerintah Kamboja Bintang Yudha Dharma Nararya Sumber, id.wikipedia.org         webmuhammadiyah.blogspot.com         donnymontang.blogspot.com         news.detik.com         profil.merdeka.com         farisyuda.blogspot.com

Friday, April 20, 2012
Kevin Samara

Otto von Guericke - Pencipta Pompa Air

Otto von Guericke lahir pada tanggal 20 November 1602 dari keluarga ningrat di Magdeburg , Jerman . Tahun 1617 ia menjadi mahasiswa di Universitas Leipzig. Karena pecahnya Perang Tiga Puluh Tahun, studinya di Leipzig terganggu dan kemudian ia belajar di Julia Academia di Helmstedt dan universitas-universitas Jena dan Leiden. Pada terakhir ini dia menghadiri kursus pada matematika, fisika dan teknik fortifikasi. Pendidikannya diselesaikan oleh perjalanan sembilan bulan lama untuk Perancis dan Inggris. Setelah kembali ke Magdeburg pada tahun 1626 ia menikah Margarethe Alemann dan menjadi anggota dari Ratscollegium dari Magdeburg. Dia tetap anggota tubuh ini sampai tua. Von Guericke secara pribadi tidak percaya antusiasme kota untuk penyebab Gustavus Adolphus namun tetap merupakan korban dari jatuhnya Magdeburg untuk pasukan von Tilly pada bulan Mei 1631. Miskin, tapi beruntung untuk melarikan diri dengan hidupnya, ia adalah seorang tawanan di kamp Imperial di Fermersleben sampai, melalui jasa baik Ludwig dari Anhalt-Cothen, uang tebusan tiga ratus thalers telah dilunasi. Setelah masa kerja sebagai insinyur dalam pelayanan Gustavus Adolphus ia dan keluarganya kembali ke Magdeburg pada Februari 1632. Selama dekade berikutnya ia diduduki membangun kembali sendiri dan nasib kota dari reruntuhan api 1631. Di bawah otoritas Swedia dan kemudian Saxon dia tetap terlibat dalam urusan sipil kota, pada tahun 1641 menjadi Kammerer dan pada 1646 Burgermeister, posisi dia untuk terus selama tiga puluh tahun. Misi pertama diplomatiknya atas nama kota, pada bulan September 1642, adalah untuk pelataran Pemilih dari Saxony di Dresden untuk mencari beberapa mitigasi kerasnya dengan yang komandan militer Saxon diperlakukan Magdeburg. Misi diplomatik, sering berbahaya serta membosankan, menempati sebagian besar waktunya selama dua puluh tahun ke depan. Kehidupan pribadi ilmiah, yang banyak masih belum jelas, sedang mengembangkan secara paralel.

Pencarian ilmiahnya dan diplomatik akhirnya terselesaikan ketika ia berada di Reichstag, Regensburg pada 1654, ia diundang untuk menunjukkan eksperimen pada vakum sebelum pejabat tertinggi dari Kekaisaran Romawi Suci. Salah satunya, Uskup Agung Pemilih Johann von Philip Schonborn, membeli aparat von Guericke dari dia dan itu telah dikirim ke Sekolah Tinggi yang dikelola Yesuit di Würzburg. Salah seorang profesor di College, Fr. Gaspar Schott , mengadakan korespondensi ramah dengan von Guericke dan dengan demikian itu adalah bahwa, pada usia 55, pekerjaan von Guericke yang pertama kali diterbitkan sebagai Lampiran buku oleh Fr. Schott - Mechanica Hydraulico-pneumatica - diterbitkan di 1657. Buku ini datang ke perhatian dari Robert Boyle yang, dirangsang oleh itu, memulai percobaan sendiri pada tekanan udara dan vakum, dan pada tahun 1660 diterbitkan Eksperimen Baru Fisiko-Mechanical menyentuh Spring Air dan Efek. Tahun berikutnya ini diterjemahkan ke bahasa Latin dan, dibuat menyadari hal itu dalam korespondensi dengan Fr. Schott, von Guericke diperoleh salinan.

Dalam dekade setelah penerbitan pertama sendiri pekerjaan von Guericke nya, selain komitmennya diplomatik dan administratif, secara ilmiah sangat aktif. Dia memulai pada magnum opus-nya - Ottonis de Guericke Experimenta Nova (ut vocantur) Magdeburgica de vakum spatio - yang serta detail dari eksperimen pada vakum, berisi perintis elektrostatik di mana tolakan elektrostatik ditunjukkan untuk pertama kalinya dan menetapkan pandangannya secara teologis berdasarkan sifat Space. Dalam Pendahuluan kepada Pembaca ia mengklaim telah menyelesaikan buku tentang 14 Maret 1663 meskipun publikasi ditunda selama sembilan tahun sampai 1672. Pada 1664, karyanya kembali muncul di media cetak, lagi melalui jasa baik Fr. Schott, bagian pertama yang bukunya Technica Curiosa, mirabilia berjudul Magdeburgica, didedikasikan untuk pekerjaan von Guericke itu. Referensi paling awal untuk dirayakan belahan Magdeburg eksperimen pada hal. 39 dari Technica Curiosa mana Fr. Schott mencatat bahwa von Guericke telah menyebutkan mereka dalam sebuah surat tanggal 22 Juli 1656. Fr. Schott melanjutkan dengan mengutip surat berikutnya von Guericke dari 4 Agustus 1657 di mana ia menyatakan bahwa ia sekarang telah melakukan percobaan, dengan biaya yang cukup besar, dengan 12 kuda.

1660-an melihat keruntuhan akhir dari tujuan Magdeburg, untuk yang von Guericke telah mencurahkan sekitar dua puluh tahun usaha diplomatik, untuk mencapai status Kota Gratis dalam Kekaisaran Romawi Suci. Atas nama Magdeburg, ia adalah penandatangan pertama Perjanjian Klosterberg (1666) dimana Magdeburg menerima garnisun pasukan Brandenburg dan kewajiban untuk membayar iuran ke Pemilih Besar, Friedrich Wilhelm I dari Brandenburg . Meskipun yang Pemilih menghancurkan aspirasi politik Magdeburg, hubungan pribadi von Guericke dan Friedrich Wilhelm tetap hangat. Pemilih Agung adalah pelindung beasiswa ilmiah, ia mempekerjakan anak von Guericke, Hans Otto, sebagai Residen di Hamburg dan pada tahun 1666 telah bernama Otto dirinya Tikus Brandenburg. Ketika Nova Experimenta akhirnya muncul itu diawali dengan dedikasi yang menjemukan untuk Friedrich Wilhelm. Tahun 1666 juga melihat enoblement von Guericke oleh Leopold I, Kaisar Romawi Suci ketika dia mengganti ejaan namanya dari "Gericke" menjadi "Guericke" dan ketika ia menjadi berhak untuk awalan "von". Schimank hal. 69 mereproduksi petisi von Guericke untuk Leopold meminta awalan "von" dan perubahan ejaan.

Pada 1677 von Guericke, setelah permintaan diulangi, dengan enggan diizinkan untuk mundur dari tanggung jawab sipil-nya. Pada bulan Januari 1681, sebagai pencegahan terhadap wabah wabah kemudian mempengaruhi Magdeburg, dia dan kedua istrinya Dorothea pindah ke rumah anaknya Hans Otto di Hamburg . Di sana ia meninggal dalam damai pada tanggal 11 Mei (Julian) 1686 55 tahun untuk hari setelah ia melarikan diri dari api pada tahun 1631. Tubuhnya kembali ke Magdeburg untuk pemakaman di Ulrichskirche pada 23 Mei (Julian) (Schneider p 144.). Para Otto von Guericke Universitas Magdeburg dinamai menurut namanya.

Hanya ada tiga sumber kontemporer penting yang menjelaskan pekerjaan ilmiah Von Guericke ini - Fr. Schott yang Mechanica Hydraulico-pneumatica dan Technica Curiosa dari 1657 dan 1664 dan sendiri Experimenta Nova 1672. Masalah ilmiah dapat dibagi menjadi tiga wilayah, untuk masing-masing sebuah kitab Nova Experimenta didedikasikan sebagai berikut:

  • Buku II: sifat ruang dan kemungkinan kekosongan
  • Buku III: kerja eksperimental pada produksi vacuo, tekanan udara dan atmosfer bumi
  • Buku IV: penyelidikan potensi kosmik. 

Mungkin sekitar 1650 von Guericke menemukan sebuah pompa vakum yang terdiri dari piston dan silinder pistol udara dengan dua arah flaps dirancang untuk menarik udara keluar dari apa pun kapal tersebut berhubungan dengan, dan menggunakannya untuk menyelidiki sifat dari vakum dalam banyak percobaan. Pompa ini dijelaskan dalam Bab II dan III dari Buku III dari Nova Experimenta dan di Mechanica Hydraulico-pneumatica (hal. 445-6). Guericke menunjukkan kekuatan tekanan udara dengan percobaan dramatis.


Dengan eksperimen Guericke menyangkal hipotesis " horor vacui ", alam yang membenci ruang hampa. Aristoteles di misalnya Fisika IV 6-9 berargumentasi terhadap adanya kekosongan dan pandangan itu memerintahkan dekat dukungan universal dengan filsuf dan ilmuwan sampai dengan 17 abad. Guericke menunjukkan bahwa zat tidak ditarik oleh ruang hampa, melainkan didorong oleh tekanan dari cairan sekitarnya.


Semua pekerjaan von Guericke pada tekanan vakum dan udara yang tercantum dalam Buku III dari Nova Experimenta (1672). Mengenai kronologi yang lebih rinci dari karyanya kita, selain deskripsi Nova Experimenta tentang demonstrasi di Regensburg pada 1654, dua rekening yang diterbitkan oleh Fr.Schott tahun 1657 dan 1663.
Dalam Bab 27 ia menyinggung apa yang terjadi di Regensburg pada 1654. Percobaan pertama ia secara eksplisit mencatat sebagai telah ditunjukkan adalah menghancurkan kapal non-bulat seperti udara tersebut ditarik dari itu. Dia tidak menggunakan pompa vakum langsung di kapal tetapi memungkinkan udara di dalamnya untuk memperluas ke penerima sebelumnya dievakuasi.
Ukiran oleh Caspar Schott
Yang kedua adalah sebuah percobaan di mana sejumlah pria terbukti dapat menarik sebuah piston kedap udara hanya sekitar setengah jalan sampai pembuluh tembaga silinder. Von Guericke kemudian melekat Receiver nya dievakuasi ke ruang bawah piston dan berhasil menarik piston kembali turun lagi melawan gaya para pria menariknya ke atas. Dalam sebuah surat kepada Fr. Schott Juni 1656, direproduksi dalam Mechanica Hydraulico-pneumatica, von Guericke memberikan rekening pendek pengalamannya di Regensburg. Berdasarkan hal ini, Schimank pada tahun 1936 memberikan daftar sepuluh eksperimen yang dianggapnya mungkin telah dilakukan di Regensburg. Selain dua di atas, ini termasuk ekstraksi udara menggunakan pompa vakum, kepunahan api dalam wadah tertutup, meningkatkan air dengan hisap, demonstrasi bahwa udara memiliki berat badan, dan demonstrasi tentang bagaimana kabut dan kabut dapat diproduksi dalam wadah tertutup. Para Mechanica Hydraulico-pneumatica juga menyediakan gambar awal pompa vakum von Guericke itu. Ini sesuai dengan deskripsi dalam bab-bab awal dari Buku III dari Nova Experimenta dari versi pertama dari pompa nya.
 
Dirangsang oleh diminati karyanya von Guericke secara ilmiah sangat aktif di dekade setelah 1654. Pada Juni 1656 kami menemukan dia menulis untuk Fr. Schott (Mechanica Hydraulico-pneumatica p 444.) "Sejak waktu ketika saya menghasilkan pameran untuk kata Pemilih terkemuka, saya memiliki pemahaman yang lebih baik dan lebih jelas dari semua hal ini dan topik lain juga." Percobaan belahan terkenal itu, seperti telah dijelaskan pada bagian biografi di atas, dilakukan antara Juli 1656 dan Agustus 1657. Dalam Bab IV Buku III ia menggambarkan desain baru ditingkatkan dan banyak dari pompa vakum dan penemuan atribut untuk kebutuhan mesin yang lebih mudah diangkut dengan mana ia bisa menunjukkan eksperimennya kepada Frederick William yang telah menyatakan keinginan untuk melihat mereka. Pompa baru ini juga dijelaskan pada hal. 67 dari Curiosa Technica. Demonstrasi di Perpustakaan Pemilih di Colln dan Spree der berlangsung pada bulan November 1663 dan direkam oleh guru untuk putra Pemilih itu. (Schneider p 113..) Ada sejumlah eksperimen, seperti pengujian lebih kejam dari pengaruh ruang hampa pada burung dan ikan (Experimenta Nova Buku III Bab XVI), yang tidak dijelaskan dalam Curiosa Technica. Meskipun Nova Experimenta memang mengandung korespondensi dari 1665, tidak ada alasan untuk meragukan pernyataan von Guericke bahwa pekerjaan itu pada dasarnya selesai pada Maret 1663.

Sepanjang Buku II dan III ia kembali lagi dan lagi untuk tema tidak adanya kebencian terhadap ruang hampa dan bahwa semua fenomena dijelaskan dengan prinsip ini seharusnya sebenarnya disebabkan oleh tekanan atmosfer dalam hubungannya dengan potensi berbagai inkorporeal yang dijabatnya yang akan bertindak. Dengan demikian "potensi konservatif" bumi (virtus conservativa) memberikan penjelasan untuk fakta bahwa Bumi mempertahankan atmosfer meskipun perjalanan melalui ruang. Dalam melawan keberatan dari Deusing Dr bahwa berat atmosfer hanya akan menghancurkan tubuh semua makhluk hidup, ia menunjukkan kesadaran eksplisit dari properti kunci dari cairan - yang tekanannya sama di semua pesawat. Dalam Bab XXX dari Buku III ia menulis: "Deusing Dr seharusnya mengingat bahwa udara tidak hanya menekan di kepala kita tetapi mengalir di sekitar kita Sama seperti menekan dari atas  kepala, itu juga menekan pada telapak kaki dari bawah dan secara bersamaan pada semua bagian tubuh dari segala arah. "

Sumber, inventors.about.com
             Wikipedia
Otto von Guericke - Pencipta Pompa Air
  • Blogger Comments
  • Facebook Comments
jalan menuju keberhasilan
Top